07 Maret 2018 09:53:26

Soal Essay dalam USBN Sekolah Dasar Tahun 2018

Soal essay dalam ujian ditujukan untuk menaikkan secara bertahap standar evaluasi dan standar kompetensi siswa.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi istilah baru dalam ujian akhir satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) pada tahun pelajaran 2017/2018. Sebenarnya, USBN tingkat SD bukanlah hal baru. Pada tahun 2008 hingga 2013, ujian serupa digelar dengan nama ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). UASBN kemudian berganti nama menjadi USM hingga akhirnya tahun ini berganti nama menjadi USBN. Hanya saja, jika sebelumnya Kelompok Kerja Guru (KKG) tidak berpartisipasi dalam pembuatan soal USM, maka tahun ini KKG memiliki peran penting dalam proses penyusunan soal. Hal tersebut tentu akan memberikan wewenang penuh kepada guru dan sekolah sebagai penyelenggara ujian.

Dalam USBN SD terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan, di antaranya Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, USBN tahun ini akan menyertakan soal essay di dalamnya. Dalam USBN SD tahun 2018, porsi soal yang diujikan meliputi 90 persen soal pilihan ganda dan 10 persen soal berbentuk essai. Adapun sebanyak 75-80 persen dari total soal USBN SD akan disiapkan langsung oleh guru mata pelajaran yang dikonsolidasikan dengan KKG, sisanya sebanyak 20-25 persen soal akan disiapkan oleh Pusat.

Tujuan Pengadaan Soal Essay dalam USBN SD Tahun 2018

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan tiga mata pelajaran yang diujikan USBN yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Dengan adanya soal essay pada USBN SD, Totok Supriyatno selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud menyatakan bahwa soal essay sangat bagus untuk kompetensi generasi abad 21. Secara teknis, pelaksanaan USBN bagi SD atau Madrasah Ibtidaiyah yang sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer. Siswa dapat mengerjakan soal-soal berbentuk pilihan ganda dengan komputer, sedangkan untuk soal essay, siswa dapat mengerjakannya pada kertas essay secara manual.

Terkait adanya 10 persen soal essay di USBN SD, Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan tujuan adanya soal essay tersebut agar siswa dapat beradaptasi dengan model soal baru yang selama ini hanya soal ganda. Manfaat soal essay dalam ujian ditujukan untuk menaikkan secara bertahap standar evaluasi dan standar kompetensi siswa. Dengan begitu para siswa memiliki memiliki kemampuan 4C sebagai kompetensi generasi abad 21, yakni critical thinking, collaboration, communication skill, dan creativity and innovasion. Dengan adanya soal essay siswa tidak hanya memiliki kemampuan menyelesaikan soal multiple choice.

Pelatihan Penyusunan Soal bagi Guru

Dikarenakan soal USBN SD sekitar 70-80 persen disiapkan langung oleh guru maka dari itu Mendikbud menyiapkan pelatihan penyusunan soal berstandar nasional. Pelatihan tersebut berfungsi untuk merevitalisasi kemampuan guru dalam salah satu tugas pokoknya, yakni membuat evaluasi dalam bentuk penyusunan soal. Adapun untuk pembobotan soal diserahkan kepada pihak sekolah. Untuk soal USBN pemerintah menstandarkan tiga hal yakni kisi-kisi, soal jangkar (anchor) yang mewakili kelompok-kelompok kompetensi yang harus dimiliki siswa, dan cara-cara membuat soal yang baik lewat pelatihan guru. Sementara itu, teknis jumlah soal akan dicantumkan dalam prosedur operasional standar.