07 Maret 2018 08:58:48

Cara Mudah Mengajarkan Anak Toleransi

Ajaklah anak untuk belajar toleransi antarsesama dengan menghargai perbedaan.

Keluarga merupakan pendidik pertama bagi seorang anak. Dari keluargalah, anak akan mengadopsi karakter-karakter yang akan tertanam hingga dewasa kelak. Termasuk memberikan pemahaman bahwa setiap anak itu unik dan berbeda-beda. Keberagaman itu pasti ada, terutama saat anak mengenal lingkungan sosial. Dari perbedaan tersebut, ajaklah anak untuk belajar toleransi antarsesama dengan menghargai perbedaan itu. Berikut ini beberapa cara yang mudah bagi orang tua untuk mengajarkan anak toleransi.

1.      Menunjukkan Cinta

Langkah awal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengajarkan toleransi pada anak adalah dengan menunjukkan bahwa cinta yang dimiliki tidak bersyarat. Dimulai dari menunjukkan rasa cinta pada diri sendiri dengan tidak menghakimi kekurangan yang dimiliki, setelah itu tunjukkan rasa cinta dan hormat kepada orang lain, bahkan kepada orang-orang yang berbeda dari kita. Dari sana, anak akan melihat bahwa ,ita tidak menghakimi siapa pun dan justru mencintai dan menghormati orang lain.

2.      Menanamkan Harga Diri

Cara berikutnya dapat dilakukan dengan membuat anak selalu merasa bahagia, gembira, dan diperlakukan penuh hormat. Hal tersebut tentu dilakukan dalam hal positif agar anak juga tidak menjadi manja dan bisa mandiri. Anak yang dididik dengan cara demikian cenderung akan memandang orang lain secara lebih positif. Dengan harga diri yang positif, anak tidak akan mudah merasa terancam jika orang lain berbeda dengannya. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dengan dirinya, senang bereksplorasi, serta mau berdebat secara sehat.

3.      Tidak Mudah Menilai Orang Lain

Hal penting yang harus diperhatikan adalah memahamkan anak agar tidak mudah menilai orang lain. Ajaklah anak untuk berhenti berkomentar menyangkut perbedaan orang lain baik ras, suku atau agama. Tanamkan pemahaman bahwa manusia manapun tidak ada yang sempurna, sehingga siapa saja dari suku apa saja dan dari agama apapun mungkin bisa melakukan kesalahan. Dengan demikian, anak akan belajar untuk menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya.

4.      Mengikuti Tradisi Keluarga dan Menghargai Tradisi Orang Lain

Setelah anak memahami perbedaan di sekitarnya. Ajaklah anak untuk mengikuti perayaan tradisi dalam keluarga dengan gembira dan penuh hormat, serta diskusikan dengan anak makna dari tradisi tersebut. Di sisi lain, ajarkan anak untuk menghargai tradisi yang dilakukan orang lain yang berbeda dengan kita. Dengan seperti itu, anak dapat melihat keberagaman dan menerima perbedaan.

5.      Melibatkan Anak dalam Keberagaman

Memberikan pengalaman menjelajah dan berkenalan dengan ragam budaya dan masyarakat dapat membantu anak belajar menghargai dan menghormati orang lain. Hal tersebut dapat dilakukan dalam pemilihan sekolah, kegiatan sekolah, atau kegiatan liburan dengan mempertimbangkan keragaman yang akan ditemuinya. Melibatkan anak dalam keberagaman bukan mengajari anak untuk setuju atau mengadopsi perbedaan itu, namun mengajari untuk menghargai orang lain ynag berpegang teguh pada nilai-nilai yang dianutnya.

6.      Memilih Media yang Tepat bagi Anak

Teknologi yang makin maju akan memudahkan semua orang mengakses media dengan cepat. Media yang kita tonton, baca, atau dengar turut memberikan pandangan tentang stereotype, kesetaraan, dan hormat kepada sesama. Banyak informasi yang anak peroleh dari berbagai media tersebut yang belum tentu semuanya benar. Maka dari itu, peran orang tua diperlukan sebagai benteng dalam penyerapan informasi dari berbagai media untuk anak. Kuncinya adalah diskusi dan berdialog tentang keadaan yang terjadi.