06 Maret 2018 09:47:38

Pengembangan Pelaksanaan USBN Sekolah Dasar Tahun 2018

USBN merupakan salah satu evaluasi akhir dari semua rangkaian pembelajaran yang sudah diikuti siswa.

Memasuki akhir tahun pembelajaran semester genap, guru dan sekolah memiliki agenda rutin yang harus diikuti oleh semua satuan pendidikan di Indonesia. Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN merupakan salah satu evaluasi akhir dari semua rangkaian pembelajaran yang sudah diikuti siswa. Tahun ini USBN mengalami pengembangan, yakni sebanyak 75 sampai dengan 80 persen soal USBN bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) disiapkan oleh guru mata pelajaran kemudian dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa perakitan soal USBN seratus persen dilaksanakan oleh guru-guru mata pelajaran di tingkat KKG atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Mata Pelajaran dalam USBN SD

Bagi jenjang SD, mata pelajaran yang diikutsertakan dalam USBN ada tiga, yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika. Setiap mata pelajaran berisikan 90 persen soal pilihan ganda dan 10 persen soal esai. Untuk pelaksanaan USBN tahun ini penyusunan soal melibatkan guru dari berbagai sekolah untuk membuat butir-butir soal sebanyak 75 sampai 80 persen, kemudian 20 hingga 25 persen soal akan disiapkan oleh pusat. Soal tersebut selanjutnya diperiksa dan dirakit bersama oleh KKG dan MGMP di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota/Kanwil/Kantor Kemenag serta berdasarkan standar dan kisi-kisi yang telah ditetapkan oleh BSNP.

Menurut keterangan Totok Suprayitno selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) bahwa pelajaran yang diujikan sebelumnya telah diujikan dalam Ujian Sekolah (US), sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Olahraga naskah soal ujian seratus persen disiapkan oleh sekolah. Berbeda dengan sekolah regular, pengembangan USBN tahun 2018 untuk kesetaraan program Paket A terdapat lima mata pelajaran yang diujikan dalam USBN diantaranya adalah Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PPKn. Sedangkan pada Ujian Sekolah (US) yang diujikan adalah Pendidikan Agama, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olahraga.

Peran USBN dalam Meningkatkan Kompetensi Guru

Posisi USBN sangatlah strategis, terlebih sejak Ujian Nasional (UN) sudah bukan lagi penentu kelulusan siswa. Dengan adanya USBN ini bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru dan pencapaian kompetensi kelulusan. Peran guru dalam evaluasi belajar sangatlah penting, karena sudah lama guru tidak terbiasa membuat alat evaluasi hasil belajar sendiri. USBN bisa mendorong revitalisasi sekolah dan peran guru di mana guru akan semakin paham tentang standar isi, standar evaluasi, terutama standar kompetensi lulusan yang diharapkan. Jadi bukan hanya sekedar apa yang diajarkan guru namun apa yang harus dimiliki oleh siswa saat dinyatakan lulus.

Adapun upaya pemerintah untuk melaksakan pembaruan USBN yakni melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Hamid Muhammad dengan mengadakan pelatihan guru-guru di level KKG dan MMGP di kabupaten/kota untuk menyusun soal-soal ujian yang dapat digunakan sebagai evaluasi belajar peserta didik. Hal tersebut menjadi bekal kemampuan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam membuat sebuah evaluasi pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga cita-cita pembaruan USBN dapat tercapai.

Baca juga: Format USBN Sekolah Dasar 2018