19 Februari 2018 11:47:14

Siapa yang Bertugas Menanamkan Pendidikan Karakter?

Mendidik siswa agar memiliki karakter kuat merupakan tugas utama seorang guru.

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama yang harus dimiliki seorang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan karakter harus mulai tertanam sejak dini, dimulai dari keluarga, lingkungan, kemudian sekolah. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyatakan kini sekolah-sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus berubah, harus ada reformasi dan restorasi pendidikan yang mengutamakan pendidikan karakter. Maka dari itu sebaiknya pendidikan jenjang SD dan SMP selayaknya memiliki 70% muatan pendidikan karakter.

Guru sebagai Kunci untuk Membenahi Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah

Siapakah pihak yang bertugas menanamkan pendidikan karakter pada siswa? Pendidikan karakter harus dibangun oleh semua pihak. Jika orangtua menanamkan pendidikan karakter di rumah, masyarakat menanamkan pendidikan karakter di lingkungan, maka guru akan menjadi kunci untuk membenahi pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Sudah bukan zamannya lagi jika di SD memberikan pembelajaran hanya fokus pada pengetahuan eksak atau sains. Mengajar hanyalah bagian kecil dari tugas seorang guru, tetapi mendidik siswa agar memiliki karakter kuatlah yang menjadi tugas utama seorang guru.

Seorang guru harus berada di barisan terdepan untuk memberikan keteladanan, berada di tengah untuk memberikan inspirasi, dan berada di belakang untuk memberikan dorongan. Ajaran tersebut diberikan oleh Ki Hadjar Dewantara bagi seluruh guru di Indonesia. Penanaman karakterlah yang terpenting dari sebuah pendidikan untuk dijadikan fondasi siswa menjalani kehidupannya. Namun sangat disayangkan, saat ini masih banyak guru hanya memberikan dorongan berupa transfer pengetahuan saja dan melupakan pendidikan karakter yang seharusnya lebih dahulu ditanamkan kepada siswa.

Regulasi tentang Pendidikan Karakter

Adapun regulasi tentang pendidikan karakter sudah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Di antaranya tercantum dalam Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Regulasi tersebut diperkuat juga dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah seharusnya seluruh sekolah menginstruksikan semua pendidiknya untuk menanamkan pendidikan karakter dalam pembelajaran kepada siswa.

Orangtua sebagai Sekolah Pertama dalam Mendidik Karakter Anak

Mendikbud menambahkan, sebenarnya tanggung jawab menanamkan pendidikan karakter pada anak adalah keluarga atau orangtua mereka. Sekolah hanyalah rumah kedua yang membantu mereka membangun karakter yang kuat. Namun kini paradigma yang berkembang di masyarakat ketika seorang anak sudah masuk sekolah orangtua tidak lagi ikut campur dalam mendidik anak, semuanya diserahkan kepada pihak sekolah. Itu merupakan kesalahan besar, karena keluarga atau orangtualah yang seharusnya menjadi sekolah pertama dan paling mendasar dalam mendidik karakter anak.

Kenakalan pada anak-anak pada usia sekolah yang kian merajalela harus menjadi perhatian semua pihak. Meskipun terjadi di sekolah, namun sekolah bukanlah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dengan perilaku siswa. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tugas mendidik bukan hanya diserahkan kepada guru di sekolah. Namun pendidikan di keluarga dan masyarakat harus mulai ditegakkan untuk memperkuat karakter dan pribadi baik pada anak.