14 Februari 2018 09:34:12

Mengajak Siswa untuk Belajar Mandiri

Siswa membutuhkan kemampuan untuk belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan dengan cepat.

Siswa lebih banyak menghabiskan waktunya di kelas untuk mempelajari berbagai kemampuan yang sudah diatur dalam kurikulum daripada di luar kelas. Banyak hal yang harus dipelajari siswa dengan berbagai metode dan acuan standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Jam belajar panjang yang memaksa siswa untuk belajar terus-menerus di dalam kelas akan menimbulkan kebosanan dalam diri siswa. Dengan demikian, siswa masih kesulitan mempertahankan dan menerapkan pengetahuan yang didapatnya di dalam kelas.

Menurut temuan peneliti, kemampuan otak untuk belajar di tingkat yang lebih tinggi harus disertai dengan strategi pembelajaran yang efektif. Namun pada kenyataannya, siswa masih saja bergantung pada pelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Padahal, dalam dunia kerja semua lulusan bersaing mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Dengan begitu, kemampuan untuk belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan dengan cepat sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, membudayakan belajar mandiri sangat diperlukan siswa di zaman yang semakin maju ini.

Berilah Motivasi Belajar

Berikanlah motivasi atau dorongan kepada siswa untuk belajar mandiri. Guru adalah salah satu motivasi eksternal siswa untuk sukses di dunia pendidikan, pekerjaan, atau kemasyarakatan. Dengan begitu, guru harus memiliki semangat pembelajar, energi positif, dan kuat untuk belajar. Selanjutnya, guru akan menular ketiga hal tersebut pada siswa. Mula-mula, bimbing siswa untuk membayangkan dan merasakan perasaannya saat mempelajari hal baru. Hal tersebut dapat membantu siswa memvisualkan proyek yang akan dikerjakannya. Setelah itu, ajak siswa untuk menceritakan rencana pembelajaran yang akan dilakukannya. Hal tersebut akan membantu siswa menginternalisasikan rencananya.

Latihlah Membuat Rencana dan Menetapkan Tujuan

Mengajarkan kemandirian dalam belajar bukan berarti belajar tanpa aturan dan arah tujuan. Karenanya, guru berperan untuk mengontrol siswa agar pembelajaran sesuai rencana dan target. Guru dapat mengembangkan tujuan belajar yang realistis dan menantang. Guru juga harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki kemampuan dan keahlian tersendiri. Dengan demikian, guru dapat mendukung siswa menemukan kekuatan dalam dirinya serta memikirkan cara untuk menentukan tujuannya. Guru pun harus membantu siswa berdisiplin, berkomitmen dalam mengatur diri, selalu fokus, dan membatasi gangguan. Dengan demikian, siswa tidak hanya bersemangat di awal pembelajaran, tetapi sampai tujuan pembelajaran tercapai.

Ajarkan Menilai Diri Sendiri

Berbeda dengan cara belajar konvensional di mana penilaian diserahkan hanya pada guru, melalui belajar mandiri siswa terlibat memberikan penilaian dari apa yang mereka pelajari. Mula-mula, guru dapat mengarahkan siswa untuk berpasangan, kemudian bergiliran menceritakan apa yang sudah mereka pelajari, inilah yang disebut dengan “teman-teman otak”. Siswa diberi kesempatan untuk belajar satu sama lain, karena setiap siswa akan memiliki sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, siswa dapat belajar dari berbagai perspektif. Hal tersebut sebenarnya sejalan dengan target pendidikan yang tidak sekadar nilai dan ijazah, namun siswa mendapatkan perspektif baru dari apa yang dipelajarinya.