08 Februari 2018 09:40:25

Memulai Pembelajaran Project Based Learning di Kelas

Project Based Learning dapat digunakan untuk memberikan variasi pengajaran serta eksplorasi siswa dalam belajar.

Menjadi guru di era digital memiliki peluang sekaligus tantangan, terutama ketika mengajar dengan segala kemajuan teknologi yang sudah ada. Di satu sisi, teknologi memudahkan pembelajaran dengan berbagai media. Di sisi lain, mendidik siswa yang sudah mengenal teknologi akan menuntut guru untuk lebih inovatif mengembangkan metode pembelajaran agar siswa tidak mudah bosan. Untuk menjawab tantangan tersebut, metode pembelajaran Project Based Learning dapat digunakan untuk memberikan variasi pengajaran serta eksplorasi siswa dalam belajar. Dengan begitu, siswa tidak mudah bosan mengikuti proses pembelajaran.

Menurut Grant (2002), Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. Banyak guru yang mempertanyakan model pembelajaran satu ini, mulai dari waktu pengerjaan project, project yang tepat untuk siswa, serta bagaimana mengajak siswa terlibat dalam sebuah project. Ada beberapa hal yang guru perlu ketahui terlebih dahulu tentang model pembelajaran project based learning, diantaranya sebagai berikut.

1. Memperbaiki Project yang Sudah Ada

Daripada mencari ide untuk memulai project yang baru, guru dapat memulai dengan memperbaiki project yang sudah ada sebelumnya sebagai bahan pengajaran. Dengan cara ini, model pembelajaran project based learning akan lebih menghemat waktu pembelajaran.  Jika sebelumnya di tingkatan kelas lain pernah melakukan sebuah project, hal tersebut dapat diulangi di kelas yang berbeda dengan project yang lebih luas. Dengan begitu, ide untuk melakukan project sudah terselasaikan, kemudian kita dapat melangkah pada tahapan berikutnya.

2. Membatasi Project

Untuk menghindari kebosanan pada siswa, guru sebaiknya membatasi waktu project. Durasi waktu dua sampai tiga minggu atau sekitar 10 hingga 15 jam pelajarang sudah cukup untuk melakukan project. Untuk menghemat waktu, guru sebaiknya memberikan target standar dan penilaian dua atau tiga standar yang paling prioritas saja. Jika satu project sudah berhasil dilakukan dengan cepat dan tepat, maka project besar lainnya sudah menanti di depannya nanti.

3. Rencana Project

Perencanaan project dilakukan pada awal sebelum memulai semua kegiatan project. Di sini kita merencanakan penilaian, kerangka project, serta mengumpulkan sumber daya untuk mendukung terlaksananya sebuah project. Project Based Learing merupakan metode pembelajaran interaktif anatara guru dan siswa. Di sana guru dan siswa bekerja sama merencanakan sebuah project. Sebelum membicarakan rencana project di kelas, alangkah lebih baiknya guru sudah menyiapkan pemetaan sebelumnya, sehingga tidak diperlukan waktu yang berlarut-larut untuk membicarakan perencanaan.

4. Mencari Masukan

Ketika guru merencanakan sebuah project yang besar, maka informasikan terlebih dulu ide tersebut kepada orang lain agar mendapat masukan. Hal tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun digital. Dengan sosial media, guru bisa meminta masukan kepada teman-teman yang berada jauh, serta dapat dilakukan dengan berdiskusi bersama guru lain untuk mendapatkan masukan tentang project yang akan dilakukan.

5. Project Based Learning adalah Pembelajaran Utama

Dalam pelaksanaannya, jangan sampai project hanya menjadi pelajaran tambahan sehingga kehilangan inti dari pembelajarannya. Di sini guru bukannya mengajar kemudian mengajak siswa mengerjakan project. Namun, guru mengajar dengan project tersebut dengan berfokus pada waktu yang telah disepakati, investigasi, dan konten yang signifikan. Dengan begitu, pembuatan project ini akan memberikan pengalaman yang mendalam bagi siswa dalam belajar.