07 Februari 2018 08:55:45

Pentingnya Budaya Literasi di Kalangan Guru

Guru harus memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan membaca dan menulis.

Guru merupakan salah satu fasilitator pendidikan di sekolah yang bertugas menyampaikan pengetahuan baru kepada siswanya. Guru merupakan agen perubahan (agent of change) dalam kehidupan masyarakat, karena dengan pendidikanlah kehidupan seseorang akan selangkah lebih maju. Lalu, bagaimana jadinya jika guru malas atau berhenti belajar? Itu berarti ilmu yang diberikannya tidak akan berkembang dan tidak berkualitas, karena pada dasarnya ilmu pengetahuan itu selalu berkembang dan berubah setiap waktunya. Jika guru enggan belajar dan mengembangkan ilmunya, maka pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi kurang berkualitas. Maka dari itu, guru tidak boleh berhenti belajar demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Menanamkan Budaya Literasi di Kalangan Guru

Meningkatnya kemampuan guru sebagai agent of change tidak lepas dari kemauannya untuk terus belajar. Hal tersebut sangat berkaitan dengan budaya literasi di kalangan guru. Literasi menurut bahasa adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Maka, pengertian budaya literasi yang dimaksud adalah melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti proses membaca dan menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam proses kegiatan tersebut menghasilkan karya. Tujuan budaya literasi tidak terlepas dari kurangnya budaya membaca dan menulis yang bukan hanya di kalangan siswa dan mahasiswa, tetapi juga di kalangan guru dan dosen di perguruan tinggi.

Dalam menumbuhkan budaya literasi, guru seharusnya mampu menjadi contoh dan pelopor. Guru harus memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan membaca dan menulis. Seorang guru yang profesional harus selalu mengikuti perkembangan zaman, meng-update informasi serta ilmu pengetahuan agar bisa menyampaikan materi yang aktual dan kontekstual kepada siswanya. Karena itu, penting kiranya untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan guru. Semakin banyak guru membaca maka akan membuatnya semakin kreatif dalam mengajar sehingga tidak terjebak pada rutinitas tugas guru yang begitu-begitu saja.

Manfaat Budaya Literasi bagi Guru

Adapun manfaat budaya literasi bagi guru adalah sebagai berikut.

  1. Untuk pengusulan kenaikan pangkat bagi guru, karena menulis merupakan bagian dari pengembangan keprofesian yang berkelanjutan.
  2. Hasil karya tulis guru dapat diikutsertakan dalam perlombaan karya tulis guru.
  3. Semakin seringnya guru membaca akan muncul ide, gagasan, dan pemikian baru yang dituangkan dalam tulisan serta dalam metode, strategi, dan model pembelajaran. 
  4. Dengan budaya literasi yakni membaca dan menulis sebagai media guru untuk menemukan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan.
  5. Semakin banyak pengetahuan yang didapat akan bermanfaat untuk mengembangkan materi dan bahan ajar untuk diberikan kepada siswa.
  6. Sebelum menulis guru haruslah membaca terlebih dahulu, dengan menulis guru akan mengikat pengetahuannya dalam bentuk tulisan. Dengan menuliskannya guru akan membuka kembali pemahamannya dan mengembangkannya.
  7. Budaya literasi yang dimulai dari guru berarti membudayakan kebiasaan yang positif bagi siswanya. Dengan menulis, suatu saat guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan modul, lembar kerja siswa, buku pembelajaran yang ditulis oleh guru tersebut.
  8. Menjadi inspirator dan motivator untuk guru lain, ketika karya tulisnya sudah disebarluaskan di media baik cetak atau elektronik dan dibaca oleh guru-guru lain, maka hal tersebut dapat menumbuhkan motivasi bagi guru-guru lain untuk membudayakan literasi dengan membaca dan menuliskannya. 
Baca juga: Budaya Literasi Guru di Era Digital