07 Februari 2018 08:51:44

Budaya Literasi Guru di Era Digital

Menanamkan budaya literasi dapat dilakukan di sekolah dengan mengoptimalkan peran guru.

Kehadiran teknologi dan gadget yang tengah merebak di seluruh kalangan dan profesi memberikan dampak positif dan negatif bagi kelangsungan hidup. Dunia pendidikan pun mendapat imbas dari kehadiran gadget ini. Guru sebagai fasilitator pendidikan sudah sangat akrab dengan dunia digital. Banyak yang menganggap kehadiran gadget menjadi penyebab budaya membaca dan menulis menjadi menurun. Padahal, dengan hadirnya teknologi justru memudahkan semua orang untuk mendapatkan literatur secara cepat. Hanya dengan satu genggaman, semua orang dapat membaca berbagai literatur dari seluruh dunia.

Budaya literasi dikenal sebagai kebiasaan membaca serta menulis yang dapat menghasilkan sebuah karya. Menanamkan budaya literasi dapat dilakukan di sekolah dengan mengoptimalkan peran guru sebagai contoh bagi siswa-siswanya agar gemar membaca. Jika di luar sekolah guru disibukkan dengan tugas keseharian bersama keluarga, di sekolah guru dapat fokus menanamkan kebiasaan membaca bersama siswa. Semakin guru gemar membaca, semakin banyak literatur yang digunakan untuk bahan ajar guru kepada siswanya. Dengan demikian, semakin luas pula pengetahuan yang ditransfer kepada siswa.

Membangun Budaya Literasi melalui Kebiasaan Membaca

Di era digital seperti saat ini, budaya literasi dapat kita mulai dengan menyadari pentingnya membaca sedini mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan di sekolah oleh guru. Selain itu, guru juga dapat mengajak orang tua siswa untuk membiasakan gemar membaca di rumah. Hal yang perlu ditekankan adalah kemajuan teknologi bukanlah halangan. Justru dengan adanya teknologi, budaya literasi akan semakin berkembang melalui pemanfaatan buku elektronik. Dengan demikian, membaca buku dapat dilakukan melalui gadget dimana saja dan kapan saja. Hal tersebut dapat menjadi aktifitas literasi yang dapat digunakan siapa saja, baik guru maupun siswa.

Membangun Budaya Literasi melalui Aktivitas Menulis

Literasi tentu bukan sebatas pada aktivitas membaca. Aktivitas menulis sebagai salah satu karya literasi seseorang pun harus mampu dikuasai. Aktivitas tersebut dapat dimulai dengan menulis buku harian. Guru dapat membuat tulisan ringan soal kehidupan sehari-hari yang akan membangkitkan gairah menulis dan melatih kemampuan berbahasa. Jika menulis sudah menjadi kebiasaan, tentu tidak sulit untuk menulis hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Misalnya, setiap kali selesai membaca buku, guru dapat menuliskan inti sari buku agar bahan bacaan tersebut tersimpan dalam tulisan. Tidak hanya dalam buku catatan, guru dapat menggunakan gadget untuk membuat blog pribadi yang dapat menyimpan tulisan dengan aman serta dapat dibaca oleh banyak orang.

Membangun Budaya Literasi melalui Pembelajaran Berbasis Literasi

Selain membudayakan literasi di kalangan guru, budaya literasi di kalangan siswa pun harus ditanamkan sedini mungkin. Ada beberapa cara menanamkan budaya literasi pada siswa diantaranya adalah menerapkan pembelajaran berbasis literasi, dimana siswa menerima materi inti. Kemudian, siswa mengembangkan materi inti tersebut menggunakan berbagai referensi sumber belajar yang berkaitan. Guru pun dapat melakukan pembelajaran di perpustakaan sebagai gudang buku. Mula-mula, guru memberikan sebuah topik pembelajaran. Selanjutnya, siswa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik tersebut. Lebih lanjut, guru dapat bekerja sama dengan orang tua untuk mengenalkan buku saat di rumah. Menyediakan buku-buku cerita yang menarik di rumah dapat memotivasi siswa agar lebih gemar membaca.