30 Desember 2017 08:14:41

Meski Berbeda, Kompak Selalu yang Utama

Uni dan teman-temannya sedang menari di acara pentas seni dalam rangka menyambut tahun baru.

Libur akhir semester telah tiba. Uni dan teman-temannya sepakat untuk liburan bersama. Meskipun hanya dilakukan di rumah, mereka akan mengisi liburan dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Oleh karenanya, Uni dan teman-temannya berkumpul di rumah Ale untuk menyusun rencana liburan.

“Teman-teman, kira-kira apa ya yang akan kita kerjakan untuk mengisi liburan kali ini?” tanya Dondo membuka pembicaraan.

“Tentunya kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat!” sambung Ale.

“Kalau begitu, bagaimana jika kita berpartisipasi dalam perayaan tahun baru di lingkungan kita?” usul Cici.

“Ide bagus! Kita bisa menampilkan sesuatu saat acara pentas seni nanti,” kata Uni bersemangat.

“Lalu, apa yang sebaiknya kita tampilkan? Kita memiliki waktu selama dua minggu untuk mempersiapkannya,” tanya Eko.

“Kompilasi tari dari daerah-daerah di Indonesia sepertinya akan menjadi pertunjukan yang menarik, bukan?” sahut Made.

 “Benar juga. Kita sudah mempelajari beberapa tari daerah di sekolah. Kita dapat menampilkannya saat pentas seni nanti,” kata Cici.

“Dan waktu dua minggu tentu cukup bagi kita untuk berlatih dan menyiapkan perlengkapannya,” kata Dondo menambahkan.

“Agar lebih menarik, kita dapat menampilkan beberapa tarian yang mewakili keberagaman suku di lingkungan kita,” sahut Uni.

“Aku setuju! Akan tetapi, setiap pertunjukan hanya disediakan waktu sekitar sepuluh menit. Bisakah kita menampilkan kompilasi tari daerah dengan waktu tersebut?” tanya Eko.

“Tentu bisa! Dalam kompilasi, kita hanya akan menampilkan beberapa gerakan khas setiap tari daerah. Jadi, kita bisa menampilkan setidaknya lima tari daerah dari Indonesia,” kata Made menjelaskan.

“Baiklah. Mari kita tentukan tari apa saja yang akan kita tampilkan saat pentas seni nanti,” sahut Uni.

Uni dan teman-temannya pun mendiskusikan tari daerah yang akan akan ditampilkan saat pentas seni menyambut tahun baru. Dengan mempertimbangkan keragaman masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, akhirnya terpilihlah tari Saman dari Aceh, tari Merak dari Jawa Barat, tari Gong dari Kalimantan Timur, tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan, dan tari Yospan dari Papua Barat. Setelah itu, mereka mengatur jadwal untuk berlatih dan menyiapkan perlengkapannya.

 

Lima hari kemudian, saat selesai berlatih, Uni dan teman-temannya beristirahat sambil menikmati makanan ringan yang disuguhkan ibu Uni.

“Teman-teman, kita sudah lima hari berlatih menari. Adakah yang merasa kesulitan?” tanya Made.

“Kurasa tidak. Kita tinggal menghafal gerakan yang telah kita pilih dan menirukannya melalui video,” kata Dondo.

“Kita hanya perlu terus latihan agar cepat hafal dan tarian kita semakin bagus,” sahut Ale bersemangat.

“Benar sekali. Tetapi, bukankah kita tidak hanya butuh berlatih saja? Bagaimana kalau kita juga mulai menyiapkan iringan musik dan kostum?” kata Uni.

“Kakakku bersedia membantu untuk menyiapkan iringan musik yang sesuai untuk pertunjukan kompilasi tari ini. Kemungkinan besok sudah jadi sehingga kita bisa berlatih dengan iringan itu,” kata Made menjelaskan.

“Kak Wayan pandai dalam bermusik, tentu dia akan menyiapkannya dengan baik,” imbuh Eko.

“Bagaimana dengan kostumnya? Apa bisa kita mengenakan kostum saat kita menari di acara pentas seni sekolah kemarin?” tanya Ale.

“Kita masih bisa menggunakannya. Agar sesuai dengan kelima tari daerah yang akan kita tampilkan, kostum itu perlu sedikit diubah,” jawab Uni.

“Kalau begitu, kita pakai saja kostum itu. Ibuku akan membantu kita untuk memodifikasinya agar lebih sesuai untuk menarikan lima tarian sekaligus,” jawab Cici bersemangat.

“Setuju!” sahut Uni, Dondo, Made, Eko, dan Ale dengan kompak.

 

Akhirnya, pentas seni pun digelar. Uni dan teman-temannya tampil menari dengan kompak. Mereka berhasil menampilkan tarian yang indah meskipun ada tari yang bukan berasal dari daerahnya. Mereka pun semakin bangga dengan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Tahun baru pun dapat mereka sambut dengan kebersamaan dalam keragaman.