12 April 2017 14:31:46

Inilah 5 Penyebab Anak Malas Belajar

Inilah 5 Penyebab Anak Malas Belajar

Semua orang tua pasti akan merasa khawatir jika anak malas belajar. Masalah belajar ini sering kita temui pada anak dari berbagai rentang usia, mulai dari pra-sekolah hingga remaja. Kebanyakan orang tua akan merasa jengkel dengan perilaku tersebut, terlebih jika anak memilih untuk bermain di waktu belajarnya. Padahal, tidak ada anak yang diciptakan dengan sifat malas. Orang tua hanya perlu mengeali penyebab anak malas belajar supaya bisa menemukan solusinya. Menurut Musbikin (2009) ada beberapa penyebab anak malas belajar dan solusi yang harus diterapkan oleh para orang tua. 

1. Anak Kurang Diperhatikan
Kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan salah satu alasan yang paling sering menyebabkan anak menjadi malas belajar. Dampak yang dirasakan seorang anak terutama yang kurang kasih sayang adalah rendahnya motivasi pada anak. Anak-anak yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi akibat problem kasih sayang juka terbukti lebih berpotensi mengalami masalah intelektual, masalah emosi dan masalah moral-sosial di kemudian hari. Oleh karena itu, orang tua harus bisa meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk mendengar keluhan dan memperhatikan kondisi anak.

2. Terlalu Lelah Untuk Belajar

Orang tua seringkali membuat anak terlalu sibuk tanpa memperhatikan jam tubuh mereka. Jam sekolah yang terlalu panjang, ditambah aktifitas kursus yang terlalu padat menghabiskan energi anak baik secara fisik maupun psikis. Kelelahan yang dialami oleh anak-anak bisa menyebabkan anak terlihat malas belajar, meskipun anak sebenarnya memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Orang tua harus mulai menyeimbangkan jadwal anak untuk belajar, bermain dan beristirahat. Jangan lupa dukung anak dengan menyediakan makanan bergizi dan secara rutin mengamati tumbuh kembangnya. 

3. Terpapar Tayangan Televisi

Tayangan televisi dinilai sebagai salah satu faktor yang mengganggu konsentrasi anak pada waktu belajar. Banyaknya tayangan TV yang menarik di jam-jam belajar anak-anak menyebabkan mereka lebih tertarik menonton tayangan televisi daripada belajar. Komisi Penyiaran Indonesia (KPAI) meminta orang tua lebih berhati-hati memilih tayangan televisi pada waktu jam belajar anak yaitu mulai pukul 17.00-20.00 WIB. Ada baiknya orang tua membatasi dan memilih tontonan khusus sesuai tumbuh kembang anak dan menghindari paparan tayangan untuk orang dewasa.

4. Fasilitas dan Lingkungan Kurang Mendukung

Fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meningkatkan minat belajar. Kekurangan dalam penyediaan fasilitas dan lingkungan untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala yang muncul biasanya karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku atau sumber belajar yang menarik. Solusinya, orang tua bisa mengajak anak berkreasi dan membuat komitmen untuk menyediakan fasilitas dan lingkungan belajar yang nyaman untuk mereka. 

5. Waktu Belajar Tidak Tepat
Seringkali kita memaksa anak belajar di jam-jam tertentu, namun anak enggan untuk melakukannya. Bisa jadi masalah ini timbul karena orang tua salah menerapkan jam belajar. Ada waktu tertentu ketika anak merasa ingin beristirahat, bercengkrama dengan orang tua sepulang kerja, atau bermain dengan teman-temannya. Perhatikan ritme harian anak, komunkasikan juga waktu paling nyaman untuk memintanya belajar. Komunikasi, komitmen dan kerjasama antara anak dan orang tua dapat membuat masalah ini bisa diatasi dengan baik.

 

Inilah 5 Penyebab Anak Malas Belajar!

Semua orang tua pasti akan merasa khawatir jika anak malas belajar. Masalah belajar ini sering kita temui pada anak dari berbagai rentang usia, mulai dari pra-sekolah hingga remaja. Kebanyakan orang tua akan merasa jengkel dengan perilaku tersebut, terlebih jika anak memilih untuk bermain di waktu belajarnya. Padahal, tidak anak yang diciptakan dengan sifat malas. Orang tua hanya perlu mengeali penyebab anak malas belajar supaya bisa menemukan solusinya. Menurut Musbikin (2009) ada beberapa penyebab anak malas belajar dan solusi yang harus diterapkan oleh para orang tua.  

1.      Anak Kurang Diperhatikan 

Kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan salah satu alasan yang paling sering menyebabkan anak menjadi malas belajar. Dampak yang dirasakan seorang anak terutama yang kurang kasih sayang adalah rendahnya motivasi pada anak. Anak-anak yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi akibat problem kasih sayang juka terbukti lebih berpotensi mengalami masalah intelektual, masalah emosi dan masalah moral-sosial di kemudian hari. Oleh karena itu, orang tua harus bisa meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk mendengar keluhan dan memperhatikan kondisi anak.

2.      Terlalu Lelah Untuk Belajar 

Orang tua seringkali membuat anak terlalu sibuk tanpa memperhatikan jam tubuh mereka. Jam sekolah yang terlalu panjang, ditambah aktifitas kursus yang terlalu padat menghabiskan energi anak baik secara fisik maupun psikis. Kelelahan yang dialami oleh anak-anak bisa menyebabkan anak terlihat malas belajar, meskipun anak sebenarnya memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Orang tua harus mulai menyeimbangkan jadwal anak untuk belajar, bermain dan beristirahat. Jangan lupa dukung anak dengan menyediakan makanan bergizi dan secara rutin mengamati tumbuh kembangnya.

3.      Terpapar Tayangan Televisi 

Tayangan televisi dinilai sebagai salah satu faktor yang mengganggu konsentrasi anak pada waktu belajar. Banyaknya tayangan TV yang menarik di jam-jam belajar anak-anak menyebabkan mereka lebih tertarik menonton tayangan televisi daripada belajar. Komisi Penyiaran Indonesia (KPAI) meminta orang tua lebih berhati-hati memilih tayangan televisi pada waktu jam belajar anak yaitu mulai pukul 17.00-20.00 WIB. Ada baiknya orang tua membatasi dan memilih tontonan khusus sesuai tumbuh kembang anak dan menghindari paparan tayangan untuk orang dewasa.

4.      Fasilitas dan Lingkungan Kurang Mendukung

Fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meningkatkan minat belajar. Kekurangan dalam penyediaan fasilitas dan lingkungan untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala yang muncul biasanya karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku atau sumber belajar yang menarik. Solusinya, orang tua bisa mengajak anak berkreasi dan membuat komitmen untuk menyediakan fasilitas dan lingkungan belajar yang nyaman untuk mereka.

5.      Waktu Belajar Kurang Tepat

Seringkali kita memaksa anak belajar di jam-jam tertentu, namun anak enggan untuk melakukannya. Bisa jadi masalah ini timbul karena orang tua salah menerapkan jam belajar. Ada waktu tertentu ketika anak merasa ingin beristirahat, bercengkrama dengan orang tua sepulang kerja, atau bermain dengan teman-temannya. Perhatikan ritme harian anak, komunkasikan juga waktu paling nyaman untuk memintanya belajar. Komunikasi, komitmen dan kerjasama antara anak dan orang tua dapat membuat masalah ini bisa diatasi dengan baik.