21 Desember 2017 11:11:46

5 Kegiatan agar Liburan di Rumah Makin Berkesan

Liburan di rumah bisa lebih menyenangkan dan berkesan bagi semua anggota keluarga jika kreatif dalam menentukan kegiatan pengisi liburan.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa liburan akan menyenangkan jika pergi ke suatu tempat. Sebaliknya, menghabiskan waktu liburan di rumah atau dikenal dengan istilah staycation akan terasa biasa saja dan tidak berkesan. Bahkan, banyak orang tua merasa liburan di rumah justru merepotkan sehingga memilih liburan yang praktis dengan mengunjungi tempat wisata. Padahal, liburan di rumah memiliki banyak keunggulan, seperti lebih hemat, makin dekat dengan keluarga, tidak menguras tenaga, serta bebas kemacetan, polusi, dan antre. Lebih dari itu, liburan di rumah bisa lebih menyenangkan dan berkesan bagi semua anggota keluarga jika kreatif dalam menentukan kegiatan pengisi liburan.

Saat memilih kegiatan pengisi liburan di rumah, orang tua perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut. Pertama, kegiatan harus melibatkan semua anggota keluarga. Kedua, kegiatan disesuaikan dengan usia dan hobi anak. Ketiga, pastikan semua anggota keluarga menikmati kebersamaan. Keempat, pilih kegiatan yang sederhana (tidak ribet atau heboh), namun disukai semua anggota keluarga. Kelima, fokus kegiatan liburan adalah penyegaran dan kebersamaan. Dengan begitu, liburan di rumah dapat menyenangkan dan berkesan bagi keluarga, khususnya anak, bahkan nilai edukasi pun dapat dimasukkan ke dalamnya. Berikut ini terdapat lima pilihan kegiatan agar liburan di rumah makin berkesan.

1. Melakukan Proyek Seni

Jika seluruh anggota keluarga termasuk orang yang menyukai seni, orang tua dapat mempertimbangkan untuk melakukan proyek seni bersama. Proyek seni yang dipilih bisa berupa seni kerajinan, seni lukis, atau kesenian lain sesuai dengan kesepakatan anggota keluarga. Kegiatan proyek seni yang dilakukan untuk mengisi liburan tidak mengutamakan pada pencapaian hasil, namun pada fokus liburan, yaitu penyegaran dan kebersamaan. Akan tetapi, jika memperoleh hasil yang bagus, tentu akan lebih bermanfaat.

2. Berkebun

Berkebun tidak hanya sebatas menanam tanaman, tetapi juga merawat dan menghias pekarangan. Mula-mula, orang tua dapat menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, yaitu tanaman hias, tanaman obat, tanaman buah, atau aneka sayuran. Tanaman dapat ditanam dengan metode dan media tanam tertentu sesuai dengan lahan yang tersedia. Merawat dapat dilakukan dengan menghilangkan hama dan rumput liar, sedangkan menghias dapat dilakukan dengan menata letak pot, batu-batu, hingga pemangkasan. Setiap anggota keluarga dapat melakukan kegiatan tersebut, baik secara bersama-sama maupun dengan berbagi tugas.

3. Berwirausaha

Kegiatan wirausaha dapat menjadi pilihan menarik agar waktu liburan tidak hanya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga dapat belajar sekaligus menghasilkan uang. Banyak ide wirausaha yang dapat diajarkan kepada anak dengan memperhatikan minat dan kemampuan anak. Sebagai contoh, menjual makanan atau minuman ringan di acara car free day. Selain menjadi pengalaman baru, anak juga akan mengeksplorasi dunia wirausaha sesuai dengan tingkat keingintahuannya. Oleh karena itu, anak harus dilibatkan dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan keuntungan.

4. Memasak

Memasak bersama keluarga saat liburan tentu sangat menyenangkan. Melalui kegiatan memasak, anak justru dapat belajar membaca, berhitung, maupun sains. Anak juga akan belajar tentang nutrisi, makanan yang sehat, serta kebersihan. Lebih dari itu, memasak juga dapat mendorong terjadinya komunikasi yang intens antaranggota keluarga. Saat menentukan kegiatan memasak untuk mengisi waktu liburan, anak dapat diajak untuk menentukan tema masakan yang akan dibuat, misalnya kue. Setelah selesai memasak, kegiatan biasanya dilanjutkan dengan makan bersama keluarga atau berbagi makanan kepada orang lain.

5. Melakukan Kegiatan Sosial

Jika di sekitar lingkungan rumah terdapat panti asuhan atau panti jompo, orang tua bisa mempertimbangkan untuk melakukan kegiatan sosial. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk menyumbangkan barang-barang layak pakai, seperti pakaian, buku-buku, atau mainan. Selain itu, membuat kue atau makanan lain bersama keluarga, untuk dibagikan juga termasuk dalam kegiatan sosial. Jika ternyata panti asuhan atau panti jompo jauh dari tempat tinggal, orang tua dapat memilih alternatif lain, seperti mengunjungi tetangga yang sudah lanjut usia.