16 Desember 2017 09:22:06

Mekanisme Penilaian Hasil Belajar Siswa oleh Guru

Untuk mengetahui kompetensi siswa setelah dilaksanakannya proses pembelajaran perlu dilakukan penilaian hasil belajar.

Untuk mengetahui kemampuan atau kompetensi siswa setelah dilaksanakannya proses pembelajaran perlu dilakukan penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar penting dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar, mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi berbagai komponen pembelajaran yang digunakan oleh guru, menentukan tindak lanjut pembelajaran bagi siswa, serta membantu siswa melihat bakat, minat, serta kemampuannya. Dengan kata lain, penilaian hasil belajar tidak hanya sekedar mengevaluasi siswa, tetapi juga seluruh komponen pembelajaran. Pada dasarnya, kegiatan pembelajaran tidak semata-mata diorientasikan kepada siswa saja, tetapi ditujukan sebagai suatu sistem yang melibatkan suatu komponen pembelajaran.

Tujuan proses pembelajaran pada hakikatnya ialah adanya perubahan tingkah laku pada diri siswa. Karena itu, dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan perilaku siswa setelah melalui proses belajarnya. Dengan mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran, maka bisa diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran serta perbaikan pada siswa yang bersangkutan. Hal tersebut berarti penilaian hasil belajar tidak hanya berguna untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan perilaku siswa, tetapi juga sebagai umpan balik yang berguna sebagai upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran. Karena itulah, penilaian hasil belajar dan proses pembelajaran saling berkaitan satu sama lain, sebab hasil belajar yang dicapai oleh siswa akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya.

Mekanisme Penilaian Hasil Belajar oleh Guru

Penilaian hasil belajar sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh guru, tetapi juga dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan juga pemerintah. Namun, guru biasanya memegang peranan paling besar karena guru merupakan pemantau paling dominan selama siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh guru bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemauan belajar, serta perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Adapun mekanisme penilaian hasil belajar oleh guru mencakup hal-hal berikut.

  1. Perancangan strategi penilaian oleh guru dilakukan saat penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus.
  2. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggung jawab wali kelas atau guru kelas.
  3. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
  4. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
  5. Siswa yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus mengikuti remedi.
  6. Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.

Prosedur Penilaian Hasil Belajar

Prosedur penilaian hasil belajar oleh guru meliputi beberapa tahapan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menetapka tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun.
  2. Menyusun kisi-kisi penilaian.
  3. Menyusun instrumen penilaian berikut pedoman penilaian.
  4. Melakukan analisis kualitas instrumen.
  5. Melakukan penilaian.
  6. Mengolah, menganalisis, serta menginterpretasikan hasil penilaian.
  7. Memanfaatkan laporan hasil penilaian.

Selain prosedur di atas, guru juga harus memperhatikan prosedur penilaian pada setiap aspeknya. Untuk penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan mengamati perilaku siswa, mencatat perilaku siswa menggunakan lembar observasi/pengamatan, menindaklanjuti hasil pengamatan, kemudian mendeskripsikan perilaku siswa. Selanjutnya, untuk penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan menyusun rencana penilaian, mengembangkan instrumen penilaian, melaksanakan penilaian, memanfaatkan hasil penilaian, dan melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0 – 100 dan deskripsi. Begitu juga dengan penilaian aspek keterampilan dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti melakukan penilaian aspek pengetahuan.