15 Desember 2017 10:00:46

Mengatasi Kebiasaan Menyontek Saat Ujian Sekolah

https://pixabay.com/id/siswa-kelas-belajar-sekolah-anak-377789/

Pendidikan semestinya memiliki tujuan untuk mecerdaskan bangsa. Namun, saat ini masih ditemukan berbagai bentuk penyimpangan dalam praktik pendidikan. Salah satu jenis penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa adalah menyontek. Perilaku menyontek bahkan juga dilakukan oleh siswa sekolah dasar. Masalah dalam dunia pendidikan ini perlu segera ditangani. Guru sebagai tenaga pendidik profesional tentunya mengemban tugas untuk menghilangkan kebiasaan tidak terpuji ini.

Penyebab dan Akibat Menyontek

Mengetahui penyebab menyontek merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh guru. Penyebab menyontek pada siswa ada beragam. Pertama, tuntutan hasil belajar dalam bentuk nilai yang sempurna tanpa mempertimbangkan potensi siswa. Kedua, kurangnya pemahaman siswa pada materi yang diiringi dengan perilaku malas belajar. Ketiga, dilihat dari ilmu psikologi anak usia sekolah belum matang dalam proses berpikirnya sehingga mudah meniru perilaku teman yang menyotek. Keempat, peran guru dalam mengawasi proses penilaian kurang ketat sehingga memberi peluang bagi siswa untuk menyontek.

Kebiasaan menyontek sebenarnya dapat merugikan siswa itu sendiri, siswa lain yang tidak menyontek, dan sekolah. Bagi siswa itu sendiri, nilai yang ia dapatkan tidak mampu digunakan sebagai tolak ukur kemampuannya. Siswa yang terbisa menyontek secara moral juga akan sulit mandiri, mudah menyerah, dan berani berbohong. Bagi siswa lain yang tidak menyontek, bisa jadi ia memperoleh nilai yang lebih rendah padahal kemampuannya lebih baik. Bagi sekolah, mutu pendidikan menjadi rendah meskipun nilai yang dicapai tinggi karena tidak disertai dengan ilmu yang mumpuni. Selain itu, daya saing lulusan juga rendah.

Peran Guru dalam Mengatasi Kebiasaan Menyontek

Untuk mengatasi kebiasaan menyontek, peran guru sebagai tenaga pendidik sangatlah penting. Sesuai dengan salah satu kompetensinya dalam kemampuan mengelola kelas, guru perlu menangani penyimpangan tersebut dengan tepat. Guru dapat melakukan beberapa cara berikut untuk mengatasi kebiasaan menyontek.

    1. Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi

    Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Jika waktu belajar mengajar di kelas dirasa masih kurang, guru dapat memberikan tugas rumah agar siswa mau belajar di rumah. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman siswa juga dapat dilakukan dengan mengadakan bimbingan belajar di luar jam sekolah.

    2. Membuat Paket Soal yang Berbeda-Beda

    Guru dapat membuat paket soal yang berbeda-beda, tetapi tetap memiliki bobot dan subtansi pokok bahasan yang sama. Paket soal yang berbeda ini kemudian dibagikan kepada siswa secara berselang-seling. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak akan mudah menyontek karena paket soal yang dikerjakan berbeda dengan siswa lain yang duduk di dekatnya.

    3. Menerapkan Sikap Tegas di Kelas

    Sikap tegas perlu dilakukan guru di kelas. Agar adil, guru dan siswa membahas kesepakatan tentang aturan pengerjaan soal dahulu. Sebelum mengerjakan soal, guru dapat meminta siswa mengumpulkan bukunya atau meletakkannya di atas meja. Jika ada siswa yang menyontek, guru dapat memberi hukuman berupa pengurangan nilai, pengumpulan lembar kerja saat itu juga, atau berbagai hal lain yang telah disepakati bersama di awal.

    4. Mengajak Bicara Siswa yang Menyontek

    Guru perlu membangun komunikasi yang baik dengan siswa. Dalam menghadapi siswa yang menyontek, guru dapat menanyakan dahulu alasannya menyontek. Selanjutnya, siswa diberi teguran dan nasehat agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Berdasarkan alasan yang telah dikemukaan siswa, kemudian guru mengambil tindak lanjut yang paling sesuai dengan memperhatikan aspek psikologis siswa.

    5. Senantiasa Mengingatkan Siswa Agar Tidak Menyontek

    Guru sebaiknya senantiasa mengingatkan siswa tentang pentingnya sportivitas dalam pelaksanaan ujian. Antusias dalam persaingan memang perlu dikembangkan, tetapi harus terbiasa bersaing secara sehat. Guru juga perlu menanamkan nilai agama dan moral pada siswa agar memiliki kesadaran untuk menjauhi perilaku menyimpang seperti menyontek.