14 Desember 2017 09:32:57

Mengurangi Rasa Tertekan Anak Saat Menghadapi Ujian Sekolah

Mengurangi rasa tertekan anak saat menghadapi ujian sekolah

Setiap anak pada usia sekolah tentu akan menghadapi evaluasi pembelajaran di sekolah. Tak jarang anak merasa tertekan saat menghadapi masa-masa ujian sekolah. Rasa tertekan pada anak juga dirasakan oleh orang tua. Sebagaimana dipaparkan Lucy Clark dalam tulisannya yang berjudul “How do we help kids cope with exam pressure? That is absolutely the wrong question”, terdapat puluhan ribu orang tua yang tidak dapat mengatasi tekanan ujian anak-anak mereka. Orang tua sebaiknya perlu khawatir pada perubahan kondisi mental anak yang mulai tampak dari perilakunya. Misalnya mengurung diri, menahan lapar, menangis, atau  gangguan kecemasan lainnya. Untuk menyikapinya, para orang tua banyak bertanya tentang cara membantu anak mengatasi tekanan tersebut.

Penyebab Anak Merasa Tertekan Saat Menghadapi Ujian

Persaingan nilai dalam hal akademis seolah menjadi satu-satunya cara untuk mengukur keberhasilan anak dan penentu kesuksesannya. Hal ini dapat menjadi beban bagi anak sehingga membuat mereka tertekan saat akan menghadapi ujian. Alih-alih sekedar bertanya tentang cara membantu anak mengatasi tekanan, orang tua sebaiknya berusaha untuk benar-benar mengurangi tekanan tersebut. Orang tua perlu mencari asal tekanan yang dihadapi oleh anak terlebih dahulu. Lucy Clark kembali menuturkan bahwa penyebab tekanan ini dapat berasal dari lingkungan sekolah maupun dari orang tua sendiri.

Sekolah biasanya bersaing untuk mendapatkan peringkat terbaik. Untuk itu, sekolah akan menargetkan nilai yang dicapai oleh siswanya dengan kurang mempertimbangkan dampak psikologis pada siswa. Sementara itu, orang tua biasanya memberikan dogma bahwa pencapaian akademis merupakan hal yang utama sejak awal anak memasuki bangku sekolah. Anak akan merasa makin tertekan karena meyakini bahwa hanya dengan mendapatkan nilai terbaik dalam setiap mata pelajaran adalah satu-satunya cara untuk maju dan meraih kesuksesan dalam kehidupan.

Cara Mengurangi Rasa Tertekan pada Anak Saat Menghadapi Ujian

Mengurangi rasa tertekan pada anak menjelang ujian sekolah tidak dapat dilakukan dengan hanya mengucapkan kata-kata bijak seperti, “Kami ingin kamu melakukan yang terbaik, Nak”. Cara ini tidak akan efektif bahkan dapat membuat anak semakin terbebani. Sebagian anak juga dapat beranggapan bahwa menjadi yang terbaik hanya dapat ditunjukkan dengan pencapaian akademis saja. Orang tua perlu menyadari dan membimbing anak bahwa kesuksesan tak sekedar diraih dengan nilai akademis yang bagus. Dalam hal ini, orang tua harus benar-benar melepaskan fokus pencapaian akademis dan memperluas kriteria kesuksesan.

Mengurangi rasa tertekan pada anak harus dilakukan dengan tepat. Caranya, orang tua perlu ngambil tindak lanjut sesuai dengan penyebab yang telah ditemukan. Apabila penyebabnya berasal dari lingkungan sekolah, orang tua dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah. Misalnya, orang tua bersama guru membahas kondisi anak dan penyebabnya selanjutnya mencari solusi terbaik bersama-sama. Sedangkan jika penyebabnya adalah dari orang tua, orang tua sendirilah yang perlu mengatasinya dengan membangun komunikasi yang baik dengan sang anak. Kesehatan mental anak jauh lebih penting untuk menyiapkan kesuksesan daripada sekedar tuntutan nilai akademis.