12 April 2017 10:08:06

Membimbing Anak Supaya Gemar Belajar

Membimbing Anak Supaya Gemar Belajar

Potensi dan kecerdasan anak adalah hasil stimulasi yang dilakukan sejak dini. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak selama masa tumbuh kembang. Bukan hanya soal pertumbuhan fisik saja, namun kebutuhan psikis anak juga harus terpenuhi agar dapat berkembang sesuai dengan masanya. Harus dipahami bahwa kebutuhan utama anak di awal perkembangannya adalah bermain. Tugas orang tua adalah membantu anak belajar di dalam dunia bermainnya. 

Orang tua juga harus mengubah cara pandangnya terhadap anak. Anak disebut gemar belajar bukan karena anak masuk dalam sistem yang mengharuskannya belajar, melainkan karena anak memang suka dan menyadari bahwa itu adalah pilihan yang akan berguna untuk masa depan (Musbikin, 2009). Membantu anak belajar dan memotivasi minat dan kecerdasannya akan membantu anak dalam proses pembelajaran. Menurut Musbikin, ada beberapa cara agar anak agar gemar belajar.

1. Membangun Pemahaman Bahwa Belajar Itu Menyenangkan
Pemahaman bahwa belajar itu menyenangkan akan mengubah waktu belajar menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anak. Hilangkan persepsi bahwa belajar harus selalu tentang membaca, menulis atau menghafal materi dalam buku. Ciptakan suasana dan temukan media yang menyenangkan untuk anak. Kita dapat memanfaatkan beragam tempat untuk belajar, seperti museum, taman bermain, pasar, taman dan sebagainya. Selain itu, kita bisa  menghadirkan beragam media pembelajaran di ruang belajar anak, seperti gambar, audio, video atau game berbasis edukasi. 

2. Belajar Bukan Hanya untuk Menjawab Soal Ujian
Sebenarnya esensi dari proses belajar anak bukan hanya untuk meraih nilai dalam mata pelajaran sekolah. Belajar adalah proses untuk menyiapkan bekal kehidupan anak di masa depan. Banyak pelajaran yang tidak bisa didapat hanya dengan menjawab soal ujian seperti belajar berterima kasih, meminta maaf, bersikap disiplin, dan sebagainya. Selain itu, orang tua juga harus memahami perbedaan potensi kecerdasan anak. Dengan begitu, orang tua bisa mengarahkan dan mengembangkan kecerdasan anak untuk meraih prestasi yang lebih cemerlang. 

3. Membantu Anak Meraih Cita-Citanya
Setiap anak pasti memiliki cita-cita yang ingin diraih. Ini merupakan indikasi yang baik, karena anak sudah memiliki tujuan. Orang tua bisa memberi contoh sukses dari orang yang bisa meraih cita-citanya. Jelaskan pula proses yang harus dilewati oleh anak supaya cita-cita mereka dapat terwujud. Mengarahkan anak untuk mengikuti perlombaan, mengambil les, memberikan peralatan yang bisa mendukung anak meraih cita-cita adalah salah satu bentuk dukungan nyata dari orang tua. 

Jika anak sudah gemar belajar, mereka pasti bisa melakukannya dengan mandiri tanpa paksaan atau suruhan orang tua. Jangan batasi keinginan mereka untuk mengeksplorasi diri. Mungkin anak akan merubah cita-citanya, tapi yakinlah bahwa setiap kegiatan anak terdapat makna pembelajaran. Ketahui kecerdasan dan minatnya agar kita bisa mengarahkan dan memaksimalkan sesuai dengan potensinya. Jangan hanya membebani anak dengan menyuruhnya sempurna di bidang yang tidak sesuai dengan minatnya. Dengan begitu, anak tidak lagi terpaksa untuk belajar, namun anak akan sadar bahwa cita-citanya hanya bisa dicapai dengan tekun belajar.