13 Desember 2017 09:13:58

Menguatkan Visi Kemaritiman dalam Rangka Hari Nusantara

Peringatan Hari Nusantara adalah langkah maju untuk menyadarkan semua anak bangsa perihal identitas Indonesia sebagai bangsa maritim.

Tanggal 13 Desember selalu diperingati sebagai Hari Nusantara. Hari Nusantara merupakan tanda tonggak sejarah bangsa yang sangat penting dengan dimulainya perjuangan panjang bangsa Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia. Hal tersebut sesuai dengan ketetapan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-bangsa (UNCLOS) tahun 1982 yang mengakui prinsip-prinsip negara kepulauan nusantara (archipelagic principles) yang diawali dengan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Peringatan Hari Nusantara awalnya dicanangkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 1999, namun penetapan Hari Nusantara baru dikukuhkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri melalui Keputusan Presiden RI No. 126 Tahun 2001.

Deklarasi Djuanda dan Hari Nusantara

Hari Nusantara merupakan peringatan dari Deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Pada bulan Agustus 1957 Perdana Menteri Djuanda menugaskan Mr. Mochtar Kusumaatmadja agar merumuskan landasan hukum untuk menjadikan laut sebagai bagian dari Indonesia secara utuh. Mochtar kemudian merumuskan “Asas Archipelago” yang kemudian menjadi konsep dari negara kepulauan (archipelagic state) dan untuk pertama kalinya diperkenalkan sebagai rumusan dalam hukum laut internasional. Hal tersebut merupakan awal perjuangan panjang pemerintah Indonesia di kancah internasional untuk memperoleh pengakuan sebagai rezim hukum negara kepulauan.

Pada tanggal 13 Desember 1957, Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan Pengumuman Pemerintah mengenai Perairan Negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Isi dari Deklarasi Djuanda adalah (1) Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai corak tersendiri; (2) sejak dahulu kepulauan nusantara sudah merupakan satu kesatuan; dan (3) ketentuan ordonansi 1939 dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia. Adapun tujuan dari Deklarasi Djuanda ialah untuk mewujudkan wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat sepenuhnya, menentukan batas-batas wilayah Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI) yang sesuai dengan asas negara kepulauan, juga untuk mengatur lalu lintas damai di bidang pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.

Penguatan Visi Kemaritiman melalui Pendidikan Berbasis Kemaritiman

Konsepsi negara kelautan telah menyatukan bangsa serta memberikan kedaulatan wilayah yang utuh bagi Indonesia. Untuk mewujudkan visi negara kepulauan maka diperlukan perjuangan dan kerja keras untuk menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan visi “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”. Hal tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk membangun Indonesia seutuhnya. Peringatan Hari Nusantara dimaksudkan untuk merangsang proses pembangunan konektivitas antarprovinsi dan antarkota/kabupaten. Peringatan Hari Nusantara adalah langkah maju untuk menyadarkan semua anak bangsa perihal identitas Indonesia sebagai bangsa maritim.

Salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan visi “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” ialah melalui pendidikan berbasis kemaritiman. Hal tersebut bisa dimulai dengan mengenalkan jati diri bangsa Indonesia dan bagaimana berkehidupan sebagai bangsa maritim. Jika generasi penerus bangsa mengenal jati diri bangsanya, maka mereka akan tumbuh dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai kemaritiman yang tinggi. Dengan begitu, poros maritim telah hadir sejak dini sehingga di kemudian hari poros maritim mewujud pada pola pikir generasi penerus bangsa. Peran pendidikan dalam menanamkan jiwa kemaritiman ialah dengan memasukkan kurikulum kemaritiman ke dalam setiap mata pelajaran, mulai dari tingkat dasar hingga jenjang perguruan tinggi.

Sebuah bangunan yang berdiri tegak selalu diawali dengan pondasi yang kuat, begitu pula dengan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan visi “Poros Maritim Dunia”. Karena itu perlu adanya perwujudan tindak tanduk akan sebuah misi yang mengarah pada hal-hal mendasar yakni dengan penguatan pola pikir generasi penerus bangsa. Peran regenerasi akan begitu vital pada masa yang akan datang, sebab mereka adalah penerus yang memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati Hari Nusantara, visi “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” harus didukung dengan menciptakan sekaligus menguatkan pendidikan berbasis kemaritiman sebagai upaya pembentukan pola pikir kemaritiman pada setiap generasi penerus bangsa. 

Baca juga: Upaya Mewujudkan Pendidikan Berbasis Kemaritiman di Sekolah