09 Desember 2017 10:42:31

Menanamkan Nilai-nilai Karakter Antikorupsi pada Anak

Orangtua memiliki peranan penting untuk membentuk karakter antikorupsi pada anak sejak usia dini.

Tanggal 9 Desember selalu diperingati sebagai Hari Antikorupsi Internasional. Saat ini, upaya untuk memerangi korupsi mulai gencar diterapkan di berbagai bidang. Salah satunya dengan melakukan tindakan pencegahan melalui pendidikan antikorupsi. Hal tersebut nyatanya sejalan dengan program Kemdikbud yang mengacu pada nilai pendidikan budi pekerti sejak dini. Sebagai langkah nyata, Kemdikbud mulai menerapkan nilai-nilai pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran di sekolah. Melalui hal tersebut, diharapkan generasi muda Indonesia akan memiliki jiwa dan karakter antikorupsi. Dengan idealisme antikorupsi yang kuat, maka generasi muda dapat terhindar dari perbuatan yang mencerminkan tindakan korupsi di dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sejalan dengan pendidikan yang anak terima di sekolah, orangtua juga dapat mengupayakan penanaman nilai-nilai karakter antikorupsi di rumah. Orangtua dianggap memiliki peranan yang tidak kalah penting untuk membentuk karakter antikorupsi sejak usia dini. Untuk menanamkan budaya antikorupsi pada anak, orangtua bisa menanamkan nilai-nilai integritas agar kelak anak bisa mengontrol dirinya untuk tidak melakukan tindakan korupsi. Berikut ini tujuh nilai integritas yang bisa ditanamkan orangtua kepada anak agar anak memiliki karakter antikorupsi.

1. Kejujuran

Kejujuran merupakan karakter dasar bagi anak agar mereka memiliki benteng untuk tidak melakukan tindakan korupsi. Orangtua bisa mengajarkan anak untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya, biasakan anak untuk selalu meminta izin sebelum meminjam. Orangtua juga perlu mengajarkan kebiasaan untuk tidak menyontek, tumbuhkan kebanggaan pada diri anak saat ia mampu mencapai keberhasilan melalui upayanya sendiri. Saat anak memperoleh prestasi dari hasil usahanya sendiri, berikan apresiasi dengan tujuan agar anak termotivasi ketika melakukan sesuatu melalui tindakan jujur.

2. Kesederhanaan

Orangtua bisa menanamkan kesederhanaan kepada anak dengan mengajarkan untuk selalu merasa cukup dengan apa yang telah ia miliki. Orangtua bisa memberikan pemahaman kepada anak mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Biasakan anak membeli sesuatu saat ia membutuhkan, bukan menginginkan. Saat anak ingin membeli sesuatu, tekankan bahwa ia sudah memilikinya di rumah. Orangtua juga perlu menekankan pada diri anak bahwa yang terpenting bukan baru atau bagusnya sesuatu, tapi fungsi dan juga manfaatnya.

3. Kegigihan

Saat anak menghadapi suatu permasalahan usahakan jangan langsung membantu anak. Orangtua harus senantiasa memberikan keercayaan dan juga dukungan kepada anak bahwa ia mampu menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Anak juga harus dibiasakan untuk tidak menggunakan jalan pintas untuk mencapai sesuatu, tetapi harus melalui usaha.

4. Keberanian

Keberanian dapat ditanamkan pada diri anak dengan membiarkannya bereksplorasi dan belajar dari kesalahannya. Tanamkan kepada anak untuk selalu melakukan apa yang diyakininya sebagai sesuatu yang benar. Sebagai contoh, membela teman yang diejek, berani menegur orang lain yang membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.

5. Tanggung Jawab

Menanamkan karakter tanggung jawab kepada anak bisa dilakukan dengan mengajari anak tentang konsekuensi. Saat anak merusak mainan temannya, maka ia harus berusaha untuk memperbaikinya, ajarkan anak untuk mengakui kesalahannya. Saat anak memiliki tugas dari sekolah, dukung anak untuk menyelesaikan tugasnya. Membiarkan anak memelihara hewan peliharaan juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak.

6. Kedisiplinan

Hindari menanamkan sikap disiplin kepada anak melalui paksaan. Anak akan belajar melalui sesuatu yang mereka lihat. Karena itu, cara efektif untuk menanamkan disiplin kepada anak adalah melalui contoh. Kebiasaan untuk tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, serta mengikuti aturan yang ada di rumah, merupakan beberapa contoh perilaku disiplin yang bisa diajarkan kepada anak.

7. Keadilan

Orangtua perlu mengajarkan konsep keadilan kepada anak dengan menyesuaikan usianya, misalnya dengan cara berbagi. Orangtua juga perlu menanamkan bahwa setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta harus diperlakukan dengan setara. Orangtua juga harus memberikan pengertian kepada anak untuk memperlakukan semua orang di sekitarnya dengan sama baiknya.