28 November 2017 11:06:48

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran IPA SD

Pengembangan soal HOTS pada mata pelajaran IPA SD.

Pembelajaran IPA berdasarkan Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis siswa terhadap lingkungan alam dan sekitarnya. Siswa kembali dituntut untuk terampil menganalisis, mengevaluasi, serta mencipta. Dalam revisi Taksonomi Bloom, ketiganya berada di level kognitif C4, C5, dan C6 yang dikembangkan untuk mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Untuk mengukur kemampuan tersebut, guru membutuhkan penilaian yang sesuai berupa tes berbentuk soal HOTS. Selain sebagai alat penilaian, soal HOTS dapat membantu guru dalam meningkatkan kualitas soal. Selain itu, soal HOTS juga melatih siswa mengerjakan soal berstandar olimpiade nasional maupun internasional. Melalui soal HOTS, keingintahuan dan pemahaman siswa terhadap materi juga meningkat.

Lebih lanjut, soal HOTS dikembangkan dengan berpedoman pada empat hal, yaitu konteks soal berasal dari peristiwa nyata atau faktual, menggunakan stimulus visual, mengutamakan adanya alasan dari jawaban yang diberikan, serta bentuk soal harus tepat dan sesuai dengan KD. Dengan memenuhi pedoman tersebut, soal HOTS dibuat melalui langkah-langkah berikut. Pertama, menganalisis KD dengan memperhatikan kedalaman dan keluasan materi IPA yang sesuai dengan karakteristik siswa. Kedua, membuat indikator soal yang mengacu pada materi IPA sesuai dengan KD yang telah ditentukan. Ketiga, menyusun kisi-kisi soal sebagai pedoman untuk membuat soal. Keempat, menulis butir soal berdasarkan kisi-kisi soal dengan memperhatikan kaidah penulisan butir soal. Terakhir, membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban sebagai pedoman untuk menilai jawaban.


Contoh Kisi-kisi Soal HOTS Mata Pelajaran IPA

Berdasarkan langkah-langkah pembuatan soal HOTS, guru bisa membuat kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran IPA dengan tepat. Misalnya, KD 3.2 pada kelas IV semester 2 dengan materi soal berupa permasalahan yang berkaitan dengan metamorfosis makhluk hidup. Selanjutnya, indikator soal menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang diturunkan dari KD, sedangkan level kognitif ditentukan sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi yaitu menggunakan C5 (memprediksi). Sementara itu, bentuk soal bisa berupa pilihan ganda, isian, atau esai. Berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS IPA.



Contoh Soal HOTS Mata Pelajaran IPA

Berdasarkan kisi-kisi tersebut, guru dapat membuat soal HOTS dengan mengutamakan konteks dan fokus soal, serta kedalaman berpikir menentukan jawaban. Konteks soal HOTS dapat berasal dari kasus faktual, sedangkan fokus soal berkaitan dengan analisis visual. Sementara itu, kedalaman berpikir menentukan jawaban berkaitan dengan arahan yang menanyakan alasan atau penjelasan dari jawaban yang diberikan siswa. Selanjutnya, bentuk soal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan fokus penilaian. Berikut ini contoh soal HOTS mata pelajaran IPA yang dikembangkan dari contoh kisi-kisi.



Contoh Kunci Jawaban Soal HOTS
Mata Pelajaran IPA
Soal HOTS biasanya selalu dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pada soal pilihan ganda, pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor), sedangkan soal isian dan esai, kunci jawaban harus terfokus (tidak meluas). Secara umum, petunjuk jawaban tidak tercantum secara eksplisit dalam soal sehingga siswa menentukan jawaban menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang dimiliki serta logika atau penalaran. Berdasarkan contoh soal HOTS mata pelajaran IPA yang telah dibuat, guru dapat menentukan pedoman penskoran atau kunci jawaban seperti berikut ini.



Baca juga: Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD