24 November 2017 14:41:26

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD

Pengembangan soal HOTS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia juga mengacu kriteria tertentu.

Pada dasarnya, kemampuan berpikir meliputi kemampuan menemukan, menganalisis, mencipta, merefleksi, dan berargumen. Jika dikaitkan dengan level kognitif pada Taksonomi Bloom yang telah direvisi, kemampuan berpikir dapat dibedakan menjadi Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan High Order Thinking Skills (HOTS). Lower Order Thinking Skills (LOTS) merujuk pada level kognitif C1 hingga C3, yaitu mengingat, memahami, dan menerapkan. Sementara itu, HOTS merujuk pada level kognitif C4 hingga C6, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Kemampuan berpikir yang menjadi acuan dalam pembelajaran Kurikulum 2013 adalah HOTS.

Dalam proses pembelajarannya, kemampuan tersebut dinilai menggunakan tes berupa soal HOTS. Penilaian tersebut dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, tak terkecuali pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seperti pada mata pelajaran yang lain, pengembangan soal HOTS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia juga mengacu kriteria tertentu. Pertama, soal berkaitan dengan peristiwa nyata (kontekstual). Kedua, soal didukung dengan analisis visual. Ketiga, soal mengarahkan siswa untuk menjelaskan alasan dari jawaban yang diberikan. Keempat, materi atau pokok bahasan soal harus sesuai dengan indikator yang akan dicapai. Keempat kriteria tersebut diaplikasikan dalam tahap pembuatan soal HOTS yang meliputimenganalisis KD, menyusun kisi-kisi soal, menulis butir soal, serta membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban.

Contoh Kisi-kisi Soal HOTS Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Berdasarkan kriteria pembuatan soal HOTS, guru bisa membuat kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tepat. Misalnya KD 3.5 pada kelas IV semester 1 dengan materi soal berupa permasalahan yang berkaitan dengan informasi yang tersirat pada teks. Selanjutnya, indikator soal menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang diturunkan dari KD, sedangkan level kognitif ditentukan sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi dengan ketentuan minimal C4 (menganalisis). Sementara itu, bentuk soal bisa berupa pilihan ganda, isian, atau esai. Berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS Bahasa Indonesia.


Contoh Soal HOTS Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat tersebut, guru bisa menyusun soal HOTS mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut ini contoh soal HOTS mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah dikembangkan dari contoh kisi-kisi.


Contoh Kunci Jawaban Soal HOTS Bahasa Indonesia

Soal HOTS harus dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Penskoran tersebut disesuaikan dengan bobot soal. Secara umum, petunjuk jawaban tidak tercantum secara eksplisit dalam soal sehingga siswa menentukan jawaban menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang dimiliki serta logika atau penalaran. Berdasarkan contoh soal HOTS mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah dibuat, maka guru dapat menentukan pedoman penskoran atau kunci jawaban seperti berikut ini.