23 November 2017 08:37:18

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran Matematika SD

Soal HOTS berperan penting dalam pembelajaran matematika.

Pemerintah mulai menetapkan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Kurikulum 2013 sebagai pengembangan dari pembelajaran yang secara umum masih dilakukan dengan basis Lower Order Thinking Skills (LOTS). Secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran pada kurikulum tersebut ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini dipercaya dapat mendorong siswa berpikir secara sistematis, analitis, kritis, logis, metakognitif, dan kreatif. Kemampuan tersebut dinilai menggunakan tes berupa soal dengan level kognitif C4 hingga C6 pada Taksonomi Bloom yang telah direvisi. Level kognitif yang dikembangkan, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Soal HOTS tentu harus digunakan dalam semua penilaian mata pelajaran, tak terkecuali pada mata pelajaran matematika.

Secara umum, pembuatan soal HOTS mengacu pada empat pedoman utama. Pertama, konteks soal bersifat faktual atau terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, soal dapat menggunakan stimulus visual yang jelas dan berfungsi. Ketiga, soal menuntut adanya alasan dari jawaban yang diberikan. Terakhir, bentuk soal harus sesuai dengan KD dan indikator soal. Keempat pedoman tersebut diterapkan dalam tahap-tahap pembuatan soal HOTS yang meliputi: analisis KD, penentuan stimulus, penyusunan kisi-kisi dan butir soal sesuai kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, serta pembuatan pedoman penskoran atau kunci jawaban.

Contoh Kisi-Kisi Soal HOTS Mata Pelajaran Matematika

Berdasarkan tahapan pembuatan soal HOTS, guru dapat membuat kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran matematika dengan tepat. Misalnya, KD 3.6 pada Kelas IV Semester 2 dengan materi soal berupa permasalahan yang berkaitan dengan FPB dan KPK. Selanjutnya, indikator soal dan level kognitif soal ditentukan. Indikator soal menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang diturunkan dari KD, sedangkan level kognitif ditentukan sesuai dengan Taksonomi Bloom yang telah direvisi dengan ketentuan minimal C4 (menganalisis). Sementara itu, soal dapat dibuat dalam beragam bentuk seperti pilihan ganda, isian, atau esai. Berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran matematika.

Contoh Soal HOTS Mata Pelajaran Matematika

Berdasarkan kisi-kisi tersebut, guru dapat membuat soal HOTS dengan mengutamakan konteks dan fokus soal, serta kedalaman berpikir saat menentukan jawaban. Konteks soal HOTS dapat berasal dari kasus faktual, sedangkan fokus soal berkaitan dengan analisis visual. Sementara itu, kedalaman berpikir saat menentukan jawaban berkaitan dengan arahan yang menanyakan alasan atau penjelasan dari jawaban siswa. Sementara itu, bentuk soal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan fokus penilaian. Berikut ini contoh soal HOTS mata pelajaran Matematika yang telah dikembangkan dari contoh kisi-kisi.

Contoh Kunci Jawaban Soal HOTS Mata Pelajaran Matematika

Soal HOTS tentu dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Penskoran disesuaikan dengan bobot soal. Sementara itu, dalam satu soal HOTS hanya terdapat satu kunci jawaban. Pada soal pilihan ganda, pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor), sedangkan pada soal isian dan esai, kunci jawaban harus terfokus (tidak meluas). Secara umum, petunjuk jawaban tidak tercantum secara eksplisit dalam soal sehingga siswa menentukan jawaban menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang dimiliki serta logika/penalaran. Berdasarkan contoh soal HOTS yang telah dibuat, guru dapat menentukan pedoman penskoran atau kunci jawaban seperti berikut.

Baca juga: Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran SBdP SD