11 April 2017 14:05:34

Mengajak Anak Belajar dengan Menggunakan Gadget

Ilustrasi : Jika digunakan dengan benar gadget kita bisa menjadi belajar yang lengkap dan menyenangkan bagi anak.

Beberapa orang tua memiliki ketakutan jika anak-anak sudah dekat dengan gadget. Hal tersebut sangatlah beralasan karena saat ini banyak bermunculan kasus kecanduan gadget yang membuat anak susah belajar. Dampak negatif tersebut sebenarnya muncul karena penggunaan gadget yang berlebihan dan diakses tanpa bimbingan orang sekitar. Namun, jika digunakan dengan benar gadget kita bisa menjadi belajar yang lengkap dan menyenangkan bagi anak. 

Jika di sekolah anak belajar dengan duduk tenang di meja dan menyimak informasi dari guru, dengan gadget yang orang tua miliki anak bisa lebih aktif mencari tahu dan mengembangkan pengetahuannya secara mandiri. Pekerjaan rumah bagi orang tua adalah mengarahkan anak untuk menggunakan gadget secara positif. Orang tua tentunya perlu arahan untuk memahami hal ini. Bagaimana sebenarnya menggunakan gadget dengan tepat bagi anak? Berikut tips yang bisa orang tua terapkan di rumah. 

1. Pendampingan Orang Tua
Pendampingan dialogis orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi setiap kegiatan anak dalam bermain gadget, dan perlu batasan-batasan dalam mengakses fitur-fitur tertentu. Orang tua dituntut untuk selalu lebih cerdas dari anaknya. Perlu adanya trik khusus dalam mengurangi dan menghindari anak dalam pemakaian gadget (Yusmi, 2015). Komitmen kita sebagai orang tua untuk mendisiplinkan anak dalam penggunaan gadget sangat penting. Begitu banyak kasus pembiaran terhadap anak karena rasa terlalu sayang atau keinginan rang tua melihat anaknya selalu up to date dengan gadget terbaru. Untuk menghindari hal ini, dampak negatif penggunaan gadget berlebih harus disadari karena akan berdampak untuk masa depan sang anak.

2. Memilih Pembelajaran Berbasis Multimedia
Penggunaan gadget ternyata sangat bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk anak. Orang tua bisa memilih beragam aplikasi dengan fitur  yang dapat membantu dalam proses belajar. Saat ini sudah banyak tersedia aplikasi serta website pembelajaran yang ramah untuk anak. Pada akhirnya, orang tua tidak harus memarahi dan melarang anak, tetapi mengarahkan anak supaya memanfaatkan gadget agar anak semakin cerdas. Dengan begitu anak mendapatkan dua manfaat sekaligus yaitu belajar melalui bermain (Yusmi, 2015). Penggunaan gadget akan memudahkan orang tua mencari variasi kegiatan belajar yang menyenangkan, seperti menyajikan materi belajar dalam gambar, audio, video, dan animasi. 

3. Game Berbasis Edukasi
Saat ini orang tua perlu jeli ketika anak muali memainkan game pada gadgetnya. Batasi pilihan game yang boleh diakses oleh anak pada game berbasis edukasi. Jenis game ini memang dirancang untuk mengasah pemahaman anak dalam materi dengan menerapkannya dalam sebuah permainan. Pembelajaran didesain seolah peserta didik mengikuti permainan yang disajikan melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar peserta didik mampu menerapkan semua pengalaman belajarnya dalam menyelesaikan masalah yang dimaksud (Ishak dan Deni: 2013). Sebagai contoh anak belajar tentang perkalian, game edukatif akan membuat simulasi perkalian dalam bentuk cerita, gambar, warna atau video yang akan membuat anak lebih tertarik untuk belajar. Selain itu, dengan game ini anak juga akan belajar memahami instruksi atau petunjuk dalam memecahkan masalah.