18 November 2017 11:46:25

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran PPKn SD

Pengembangan Soal HOTS pada Pembelajaran PPKn SD

Berpikir merupakan langkah pertama dalam belajar. Agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka dikembangkanlah soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Kurikulum 2013. Proses ini tentunya tidak bisa dilakukan dengan sekedar mengingat, tetapi perlu tahap berpikir tingkat tinggi. Artinya, peserta didik perlu berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Selain itu, adanya soal-soal HOTS juga akan meningkatkan mutu soal dan hasil penilaian. Jenis soal ini nyatanya dapat diterapkan dalam semua mata pelajaran, tak terkecuali dalam mata pelajaran PPKn tingkat SD. Hal ini bertujuan agar dalam proses evaluasi pembelajaran PPKn peserta didik tidak hanya dituntut menghafal materi, tetapi juga perlu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pemecahan masalah.

Seperti mengembangkan soal pada umumnya, langkah penyusunan soal HOTS mata pelajaran PPKn tingkat SD dilakukan dengan tahapan menganalisis KD, menentukan stimulus yang menarik dan kontekstual, menyusun kisi-kisi soal, menuliskan butir soal sesuai dengan kisi-kisi dan pedoman penulisan butir soal, serta membuat kunci jawaban atau pedoman penskoran. Hal yang membedakan, yaitu pada saat menganalisis KD, pembuat soal dituntut untuk menerapkan kata kerja operasional pada indikator soal HOTS mengacu Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Level kognitif yang dicapai untuk soal HOTS dimulai dari C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), hingga C6 (mencipta).

Contoh Kisi-Kisi Soal HOTS Mata Pelajaran PPKn

Sebagaimana dijelaskan dalam langkah-langkah di atas, pembuatan kisi-kisi soal mata pelajaran PPKn tingkat SD perlu dilakukan dengan benar. Contohnya, digunakan KD PPKn 3.1 kelas IV semester 1. Selanjutnya, guru harus menentukan materi pokok yang akan dibahas dalam soal HOTS dan stimulus yang sesuai. Bentuk stimulus bisa beragam, seperti gambar atau bacaan. Lalu, buat indikator soal dengan merumuskan stimulus dan respon yang akan dicapai serta level kognitif soal. Dalam contoh berikut, soal berada pada level kognitif C4 dengan kata kerja operasional menganalisis. Tentukan juga bentuk dan nomor soal. Bentuk soal HOTS dapat berupa pilihan ganda, isian, maupun esai. Agar lebih jelas, berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS PPKn.

 

Contoh Soal HOTS PPKn

Mengacu pada kisi-kisi yang telah dibuat, guru dapat menulis butir soal sesuai pedoman penulisan soal. Dalam soal, dicantumkan stimulus telah dirancang diikuti kalimat soal mengacu pada indikator soal yang telah ditentukan. Pembuatan soal dengan kalimat dan stimulus yang kontekstual dan faktual sangat diharapkan dalam bentuk soal HOTS. Hal ini akan mempemudah guru dalam mengarahkan soal yang menuntut jawaban secara mendalam sesuai level kognitif yang akan dicapai. Berikut ini dapat kita amati contoh soal HOTS PPKn yang dikembangkan berdasarkan contoh kisi-kisi sebelumnya.

 

Contoh Kunci Jawaban dan Penskoran Soal HOTS Mata Pelajaran PPKn

Umumnya, jawaban dari soal HOTS memerlukan analisis dari soal, evaluasi peristiwa, dan pemunculan ide sebagai perencanaan atau tindak lanjut dalam menciptakan hal baru. Maka dari itu, kunci jawaban yang dibuat guru harus sesuai dengan bentuk dan konteks soal yang telah dikembangkan. Guru harus bisa membatasi jawaban dalam kunci agar tidak terlalu meluas atau bahkan menyimpang dari pertanyaan. Sementara itu, penskoran dilakukan sesuai dengan bentuk dan jumlah soal. Variasi bentuk soal HOTS bisa memengaruhi anak berpikir tingkat tinggi secara logis dan kritis sehingga biasanya diberi skor yang lebih banyak daripada soal LOTS. Berikut ini contoh kunci jawaban dan penskoran soal HOTS PPKn berdasarkan contoh kisi-kisi dan butir soal pada contoh sebelumnya.