18 November 2017 09:19:23

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran SBdP SD

Soal HOTS pada pembelajaran SBdP memiliki peran penting. sumber :https://pixabay.com/en/music-violin-play-violin-2323517/

Pembelajaran Kurikulum 2013 bertujuan untuk memotivasi siswa agar mampu berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Dengan begitu, level kognitif kemampuan tersebut berada di C4 hingga C6 pada Taksonomi Bloom yang telah direvisi. Untuk mengukur kemampuan tersebut dibutuhkan penilaian yang sesuai, yaitu berbentuk soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan diterapkan untuk semua mata pelajaran tak terkecuali mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). SBdP meliputi berbagai macam bidang, di antaranya seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan unik lain. Setiap bidang menuntut adanya kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Oleh sebab itu, soal HOTS pada SBdP memiliki peran penting.

Terdapat empat pedoman umum pembuatan soal HOTS yang dapat dijadikan acuan guru. Pertama, konteks soal berasal dari dunia nyata atau faktual. Kedua, soal dapat menggunakan stimulus visual. Ketiga, soal mengutamakan adanya alasan dari jawaban yang diberikan. Terakhir, bentuk soal harus tepat dan sesuai dengan KD. Keempat pedoman tersebut diimplementasikan oleh guru dalam tahap-tahap pembuatan soal HOTS yang meliputi: menganalisis KD, menentukan stimulus yang kontekstual dan menarik, menyusun kisi-kisi soal, menulis butir soal sesuai kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, serta membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban.

Contoh Kisi-Kisi Soal HOTS Mata Pelajaran SBdP

Sesuai dengan tahapan pembuatan soal HOTS, guru dapat membuat kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran SBdP dengan benar. Misalnya, KD 3.2 pada Kelas 1 Semester 1. Kemudian, pokok bahasan soal HOTS ditentukan, yaitu alat musik ritmis. Selanjutnya, penentuan indikator soal dan level kognitif soal. Indikator soal menggunakan kata kerja operasional (KKO) dan diturunkan dari KD. Guru dapat menerapkan level kognitif soal yang ditentukan berdasarkan revisi Taksonomi Bloom dengan ketentuan minimal C4, yaitu menganalisis. Sementara itu, soal dapat dibuat dalam beragam bentuk seperti pilihan ganda, isian, atau esai. Berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran SBdP.

kisi-kisi soal hots SBdP rumah juara

Contoh Soal HOTS Mata Pelajaran SBdP

Berdasarkan kisi-kisi tersebut, guru dapat membuat soal HOTS dengan memperhatikan konteks dan fokus soal, serta kedalaman berpikir menentukan jawaban. Konteks soal HOTS dapat berasal dari kasus faktual, sedangkan fokus soal berkaitan dengan analisis visual. Sementara itu, kedalaman berpikir menentukan jawaban berkaitan dengan arahan yang menanyakan alasan atau penjelasan dari jawaban yang diberikan siswa. Lalu, bentuk soal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan fokus penilaian. Berikut ini contoh soal HOTS mata pelajaran SBdP yang dikembangkan dari contoh kisi-kisi.


Contoh Kunci Jawaban Soal HOTS Mata Pelajaran SBdP

Soal HOTS tentu dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Penskoran disesuaikan dengan bobot soal. Sementara itu, dalam satu soal HOTS hanya terdapat satu kunci jawaban. Pada soal pilihan ganda, pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor), sedangkan soal isian dan esai, kunci jawaban harus terfokus (tidak meluas). Secara keseluruhan, petunjuk jawaban tidak tercantum secara eksplisit dalam soal sehingga siswa menentukan jawaban menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang dimiliki serta logika/penalaran. Berdasarkan contoh soal HOTS yang telah dibuat, guru dapat menentukan pedoman penskoran atau kunci jawaban seperti berikut.

Baca juga: Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran PJOK SD