17 November 2017 10:27:13

Yuk, Kita Wujudkan Lingkungan Bersih

Semua warga bergotong-royong kerja bakti untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Seluruh siswa SD Juara bersiap untuk pulang. Hari ini Cici, Uni, Made, Eko, Dondo, dan Ale sepakat untuk pulang bersama. Sepanjang perjalanan pulang, Cici dan teman-temannya saling bercerita tentang pelajaran yang mereka dapatkan selama di sekolah. Tak selang berapa lama, tiba-tiba Cici dan teman-temannya menutup hidung.

“Ah, bau apa ini? Kenapa baunya sangat busuk?” kata Dondo sambil menutup hidungnya.

“Oh, lihat! Ini pasti karena sampah-sampah yang mulai membusuk itu,” kata Cici sambil menunjuk sampah yang berserakan di jalan.

“Astaga, kenapa sampah di lingkungan kita banyak sekali? Lihat, bahkan di sungai juga banyak sekali sampah,” sahut Ale sambil menunjuk sungai di pinggir jalan.

“Jika ini terus dibiarkan, lingkungan kita bisa tercemar. Bahkan desa kita juga bisa mengalami musibah banjir akibat sampah-sampah yang menghambat aliran sungai. Terlebih saat ini sedang musim penghujan,” kata Cici.

Cici dan teman-temannya bersedih melihat lingkungan mereka yang sangat kotor. Pasti banyak warga yang belum sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Aku punya ide. Bukankah besok hari Minggu? Bagaimana kalau kita bersama-sama mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan,” usul Cici.

“Aku setuju. Itu ide yang sangat bagus,” sahut Eko diikuti persetujuan dari teman-teman yang lain.

“Tapi kita hanya berenam. Kalau hanya kita saja yang kerja bakti, seluruh sampah yang ada di jalan dan sungai tidak bisa kita bersihkan dalam sehari. Sampahnya terlalu banyak. Apalagi kita masih kecil, bahaya bagi kita membersihkan sampah di sungai,” kata Ale.

“Kalau begitu, ayo kita ajak anggota keluarga kita. Dengan begitu, kerja bakti akan lebih cepat selesai,” kata Uni.

Cici dan teman-temannya setuju dengan usul Uni tersebut. Sesampainya di rumah masing-masing, Cici, Uni, Made, Eko, Dondo, dan Ale menyampaikan keinginan mereka untuk kerja bakti besok pagi. Keluarga mereka sangat setuju dan sepakat untuk ikut kerja bakti.

 

Keesokan paginya, Cici beserta teman-teman dan keluarganya telah berkumpul di jalan dekat sungai. Kemarin mereka telah sepakat untuk memulai kerja bakti di area tersebut. Tidak hanya Cici beserta teman-teman dan keluarganya saja, ternyata banyak tetangga yang melihat kegiatan tersebut kemudian ikut membantu kerja bakti. Alhasil, hari itu kerja bakti berjalan dengan lancar. Semua warga bergotong-royong membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan.

Tak berapa lama, kerja bakti selesai dilakukan. Semua warga sangat senang melihat lingkungan tempat tinggal mereka bersih dari sampah. Para warga kemudian beristirahat di dekat pos ronda sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan. Tiba-tiba, Cici menarik tangan ayahnya.

“Ayah, kemarin Bu Guru bercerita bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi musibah banjir. Sayangnya, musibah tersebut terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab,” kata Cici kepada ayahnya.

“Kamu benar Cici. Salah satu penyebab banjir ialah membuang sampah sembarangan. Sampah yang menyumbat saluran air bisa menyebabkan banjir. Sampah juga akan membuat lingkungan kotor dan tercemar. Jadi, kita harus selalu membuang sampah pada tempatnya. Bila perlu, kita bisa mendaur ulang sampah-sampah tersebut,” kata ayah Cici.

Cici mengangguk-angguk mendengar penjelasan ayahnya. Teman-teman Cici beserta warga lain yang mendengar penjelasan ayah Cici juga sependapat. Akhirnya, seluruh warga yang datang saat itu sepakat untuk mengadakan kerja bakti satu bulan sekali. Dengan begitu, lingkungan tempat tinggal mereka akan tetap terjaga kebersihannya.