15 November 2017 09:56:17

Kalau Belajar Pasti Bisa

Dondo dan teman-temannya sedang belajar bersama.

Teeett! Teeett! Teeett!

Suara bel masuk sekolah sudah berbunyi. Semua siswa kelas IV duduk dengan tertib. Tak berapa lama, Ibu guru masuk kelas dan memulai pembelajaran.

“Anak-anak, hari ini Ibu akan membagikan PR matematika yang kalian kumpulkan kemarin,” kata Bu Sekar.

Semua siswa berdebar menantikan nilai PR matematika mereka. Dari sekian banyak siswa, Dondo merasa paling khawatir. Kemarin, ia tidak mengerjakan PR dengan baik karena terlalu asyik bermain . Bu Sekar memanggil siswa satu per satu untuk mengambil bukunya. Hingga tiba giliran Dondo mengambil hasil PR-nya.

“Dondo, nilaimu PR matematikamu kali ini kurang bagus. Belajarlah lebih rajin agar nilaimu meningkat, ya,” kata Bu Sekar.

“Iya, Bu,” jawab Dondo lesu.

 

Saat Dondo kembali ke mejanya, Tengil merebut buku Dondo. Kemudian, Tengil tertawa sambil mengejek Dondo.

“Wah, lihat! Ada gambar bangau bertelur di buku Dondo!” teriak Tengil.

Beberapa siswa yang lain ikut tertawa mendengarnya. Dondo merasa malu karena mendapat nilai 20.

“Tengil, kamu tidak boleh mengejek temanmu. Dondo tentu akan belajar lebih rajin agar mendapat nilai yang bagus,” kata Bu Sekar.

Dondo mengangguk mendengar nasihat Ibu guru. Selama mengikuti pelajaran, Dondo kurang bersemangat dan tampak murung.

“Anak-anak, minggu depan Ibu akan mengadakan penilaian harian pelajaran matematika. Belajarlah dengan rajin agar kalian mendapat nilai yang bagus,” kata Bu Sekar sambil menutup kegiatan belajar hari itu.

 

Sepulang sekolah, Tengil masih terus mengejek Dondo. Selain merasa malu, Dondo juga takut jika minggu depan ia tidak bisa mengerjakan soal ulangan dengan baik. Melihat Dondo bersedih, Ale, Cici, Made, Uni, dan Eko pun menghiburnya.

“Jangan bersedih Dondo. Kalau rajin belajar, pasti kamu akan mendapat nilai bagus,” kata Ale.

“Tapi aku malu. Aku juga takut jika nilai matematikaku jelek lagi,” kata Dondo lirih.

“Aku punya ide. Bagaimana kalau nanti sore kita belajar bersama? Kita bisa belajar dengan Eko dan Made. Bukankah Eko dan Made tadi mendapat nilai 100?” kata Uni bersemangat.

“Belajarnya di rumahku saja. Nanti aku sediakan juga banyak camilan,” kata Eko.

Saran Eko disambut oleh anggukan Ale, Cici, Made, dan Uni.

Sore harinya seperti yang sudah disepakati, Dondo dan teman-temannya berkumpul di rumah Eko untuk belajar bersama. Eko dan Made mengajari teman-teman lainnya bagaimana cara menyelesaikan soal matematika. Ternyata benar kata Uni, dengan belajar bersama mereka makin paham.

 

Pada hari yang ditentukan, ulangan matematika pun dilaksanakan. Dondo mengerjakan soal dengan lancar. Kali ini, Dondo yakin akan mendapat nilai yang bagus karena sudah belajar. Hari berikutnya, Bu Sekar membagikan hasil ulangan matematika. Ibu guru memanggil satu per satu siswa. Tibalah giliran Dondo mengambil hasil ulangannya.

“Dondo, ini hasil ulanganmu. Selamat ya, kamu mendapat nilai sempurna!” kata Bu Sekar.

Betapa senangnya hati Dondo ketika memandang nilai 100 di kertas ulangannya. Ditambah lagi, Bu Sekar juga memujinya.

“Nah, anak-anak, kalian bisa mencontoh sikap Dondo. Kemarin, Dondo mendapat nilai yang kurang bagus. Sekarang, Dondo bisa mendapatkan nilai bagus karena rajin belajar,” kata Bu Sekar. Mendengar nasihat ibu guru, semua siswa pun menjadi lebih bersemangat untuk belajar.