11 April 2017 11:52:55

Memahami Gaya Belajar Generasi Z

Memahami Gaya Belajar Generasi Z

Kualitas dari suatu generasi adalah sangat ditentukan oleh proses pendidikannya. Saat ini tantangan terbesar bagi guru adalah mendidik Generasi Z. Generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga tahun 2010. Sebagai generasi millennials, pengaruh teknologi yang semakin modern menjadikan generasi ini lebih cerdas dan kreatif. Berbeda dengan generasi terdahulu, generasi Z bisa memanfaatkan gadget untuk mencari bahan belajar. Hanya sebagian kecil dari generasi Z yang masih gagap teknologi dan internet. 

Permasalahan berikutnya yang muncul adalah kurangnya media belajar yang spesifik di internet sehingga membuat siswa kebingungan. Sementara itu, guru tidak bisa lagi memaksa siswa untuk merujuk ke buku konvensional. Diakui atau tidak, informasi pada tiap halaman buku sangatlah terbatas. Bagi siswa, kelemahan buku pelajaran adalah sajian yang membosankan. Selain itu, butuh lebih dari satu buku untuk dapat menjawab keingintahuan mereka. Guru harus mengetahui perbedaan gaya belajar generasi Z sangatlah perlu dijembatani. Untuk itu, mari kita pahami gaya belajar generasi Z. 

1. Menyukai Format Audio Visual
Media pembelajaran dengan format audio visual menyajikan pembelajaran lebih konkret dan jelas. Suatu informasi dapat disajikan dalam bentuk gambar, suara atau video sehingga membuat siswa lebih dapat memahaminya. Pemilihan format audio visual juga diharapkan mengikuti tren yang berkembang. Tidak sembarang media pembelajaran dengan format audio visaual dapat diterima begitu saja oleh siswa. Ada baiknya guru melakukan riset terlebih dahulu.

2. Mudah Memahami Contoh Konkret
Pemahaman kontekstual adalah metode pembelajaran yang paling mudah ditangkap oleh siswa. Contohnya, pembelajaran tentang tata surya akan lebih mudah dipahami dengan melihat video mengenai tata surya. Siswa dapat dengan jelas memperoleh informasi tentang tata surya, mulai dari gambaran teori pembentukan, sistem tata surya, serta elemen penyusun tata surya tersebut. Dengan metode ini, siswa akan lebih mudah memahami contoh kongkret dan memanfaatkan pengetahuannya untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka temui sehari-hari.

3. Kritis Saat Mengemukakan Pendapat
Perkembangan teknologi juga membuat generasi Z lebih cerdas dan aktif. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, namun mereka bisa mengakses berbagai informasi tambahan dari internet. Ada kalanya siswa mendapati berbagai teori yang saling bertolak belakang dan menyebabkan mereka kebingungan. Hal inilah yang membuat generasi Z lebih kritis dalam menyikapi berbagai materi pelajaran. Untuk menarik minat siswa memperdalam materi, guru dapat  menggunakan metode presentasi atau diskusi. 

4. Gemar Menggunakan Media Sosial
Generasi Z sangat mahir memanfaatkan media sosial untuk terhubung dan berinteraksi dengan orang lain. Guru dapat menyesuaikan diri dan mengambil keuntungan untuk dapat memonitor perkembangan siswa dengan cara ini. Guru dapat membuat forum melalui media sosial untuk bisa memberikan informasi atau menerima konsultasi tanpa harus bertatap muka. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan membuka forum diskusi kelompok melalui sosial media tersebut. Siswa tidak akan merasa lebih nyaman karena kegiatan pembelajaran bisa diakses dari gadget mereka dimana saja dan kapan saja. 

5. Membutuhkan Ruang untuk Berinovasi
Banyaknya pengetahuan yang didapat oleh siswa membuat kreativitasnya pun meningkat. Mereka akan bisa menciptakan inovasi dari pengetahuan yang telah didapatkan. Guru bisa memanfaatkannya dengan memberikan siswa ruang untuk menunjukkan hasil inovasi mereka. Sebagai awalan, Guru bisa menjelaskan secara ringkas tema atau materi yang dirujuk, selebihnya biarkan siswa mencoba mengembangkannya. Hal ini akan semakin menarik minat mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka terhadap materi yang diangkat dalam suatu pembelajaran.