08 November 2017 10:51:44

Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran PJOK SD

Sumber: https://pixabay.com/id/tim-rumput-menghibur-lapangan-2444978/

HOTS (Higher Order Thinking Skills) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir tersebut merupakan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran dengan Kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik. Dengan demikian, penilaian yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan berpikir yang diukur, yaitu menggunakan soal HOTS. Jika dikaitkan dengan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson, HOTS berada di level C4 hingga C6, yaitu menganalisis, menilai, dan menciptakan. Soal HOTS pada mata pelajaran PJOK dapat membantu siswa dalam memahami materi praktik. Siswa tidak hanya menghafal atau mempraktikkan materi, tetapi menganalis, mengevaluasi, serta menentukan solusi dari masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, guru PJOK dituntut untuk bisa menerapkan prinsip HOTS dalam pembuatan soal sehingga memicu siswa untuk berpikir tingkat tinggi.

Ada empat pedoman umum pembuatan soal HOTS yang dapat dijadikan acuan guru. Pertama, konteks soal berasal dari dunia nyata atau kasus faktual. Kedua, soal berkaitan dengan analisis visual. Ketiga, soal menuntut adanya alasan dari jawaban yang diberikan. Terakhir, bentuk soal harus tepat. Keempat pedoman tersebut diintegrasikan oleh guru dalam langkah-langah membuat soal HOTS yang meliputi: menganalisis KD, memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, menyusun kisi-kisi soal, menulis butir soal sesuai kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, serta membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban.

Contoh Kisi-Kisi Soal HOTS Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan langkah-langkah membuat soal HOTS, guru dapat membuat kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran PJOK secara tepat. Sebagai contoh, KD yang digunakan adalah KD 3.9 yang terdapat di Kelas 4 Semester 1. Selanjutnya, kita tentukan pokok bahasan soal HOTS, yaitu cedera dan pertolongan pada cedera. Lalu, kita tentukan indikator soal dan level kognitif soal. Indikator soal diturunkan dari KD menggunakan kata kerja operasional (KKO), sedangkan level kognitif ditentukan berdasarkan Taksonomi Bloom yang telah direvisi dengan ketentuan minimal berada di level C4. Sementara itu, soal dapat dibuat dalam beragam bentuk seperti pilihan ganda, isian, atau esai. Berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS mata pelajaran PJOK.

Contoh Soal HOTS Mata Pelajaran PJOK

Berdasarkan kisi-kisi tersebut, guru dapat membuat soal HOTS dengan memperhatikan empat pedoman umum pembuatan soal HOTS. Hal yang perlu ditekankan dalam pembuatan soal HOTS adalah konteks dan fokus soal serta kedalaman jawaban. Konteks soal HOTS berasal dari dunia nyata atau kasus faktual, sedangkan fokus soal berkaitan dengan analisis visual. Sementara itu, kedalaman jawaban berkaitan dengan arahan yang menanyakan alasan atau penjelasan dari jawaban yang diberikan siswa. Berikut ini contoh soal HOTS mata pelajaran PJOK yang dikembangkan dari contoh kisi-kisi.

Contoh Kunci Jawaban Soal HOTS Mata Pelajaran PJOK

Langkah terakhir dalam pembuatan soal HOTS adalah membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dapat disesuaikan dengan jumlah dan bentuk soal. Sementara itu, dalam satu soal HOTS hanya memiliki satu kunci jawaban. Pada soal berbentuk pilihan ganda, pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor), sedangkan soal isian dan esai, kunci jawaban harus terfokus (tidak meluas). Secara umum, kunci jawaban tidak termuat secara eksplisit dalam stimulus soal sehingga siswa dapat menemukan jawaban menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang dimiliki serta logika/penalaran. Berdasarkan contoh soal HOTS yang telah dibuat, guru dapat menentukan kunci jawaban seperti berikut.



Baca juga : Penerapan Ranah Kognitif Taksonomi Bloom dalam Pemahaman Siswa