06 November 2017 09:13:27

Membangun Karakter Bangsa melalui Literasi Digital

Perkembangan teknologi digital dipercaya mampu memberikan banyak pengaruh untuk membangun karakter setiap penggunanya.

Perkembangan teknologi digital saat ini memicu pertumbuhan di berbagai sektor. Kondisi ini juga memengaruhi perubahan perilaku masyarakat Indonesia. Dalam konteks tersebut, perkembangan teknologi digital dipercaya mampu memberikan banyak pengaruh untuk membangun karakter setiap penggunanya. Karenanya, tidak salah jika ada pendapat bahwa seharusnya teknologi digital mulai dimanfaatkan dalam bidang pendidikan terutama dalam misi membangun karakter generasi penerus bangsa. Sejalan dengan gerakan literasi sekolah yang sedang gencar dikampanyekan, teknologi digital tersebut nyatanya bisa dimanfaatkan untuk membangun karakter bangsa melalui literasi digital.  

Perkembangan Literasi Digital di Indonesia

Era digital tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan literasi, karena selalu berkaitan dengan cara mendapatkan informasi daring yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara bijak dan beretika. Literasi digital sendiri bisa dimaknai sebagai kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai macam sumber digital. Pada masyarakat modern, terutama di Indonesia, media sosial dan berbagai macam perangkat digital telah menjadi sebuah kebutuhan. Adanya perkembangan teknologi digital yang cukup masif tersebut berdampak pada pergeseran perilaku masyarakat. Oleh karena itu, keterbukaan informasi melalui dunia digital perlu dibarengi dengan kecerdasan bermedia dengan menganalisis data dan konten yang ada.

Di tengah sebaran berbagai macam informasi di dunia digital, maka kemampuan untuk memilah dan membaca secara analitik sangat diperlukan. Sayangnya, saat ini masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki kemampuan memahami landasan literasi yang kokoh. Berdasarkan Program for International Student Assesment (PISA), tradisi literasi masyarakat Indonesia pada tahun 2012 berada di ranking 64 dari total 65 negara. Karena itulah, kemampuan literasi masyarakat Indonesia, terutama pada generasi muda sangat perlu ditingkatkan. Kemampuan literasi harus diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan dalam memahami arus informasi digital dan etika dalam bermedia sosial. Selain itu, generasi muda juga harus menguasai ilmu dalam mengatur ketepatan dalam menyebarkan gagasan sekaligus jeli dalam mengakses informasi daring.

Langkah-langkah Membangun Karakter Bangsa melalui Literasi Digital

Menyesuaikan perkembangan arus digital yang tidak dapat dibendung, maka literasi digital perlu didorong sebagai mekanisme pembelajaran yang terstruktur di dalam kurikulum atau setidaknya terkoneksi dalam sistem pembelajaran. Dalam perannya di dunia pendidikan, literasi digital bisa berperan membentuk karakter bangsa. Hal tersebut sejalan dengan rencana jangka panjang UNESCO. Dalam roadmap UNESCO (2015-2020), literasi digital menjadi pilar penting untuk masa depan pendidikan. Literasi digital diharapkan menjadi basis pengetahuan yang didukung oleh teknologi informasi yang terintegrasi. Untuk membentuk karakter bangsa, maka diperlukan adanya program akselerasi literasi melalui beberapa langkah, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pemahaman paradigma literasi tidak hanya membaca dan bahan bacaan tidak hanya manual, tetapi juga digital. Literasi bukan hanya membaca dan menulis, melainkan juga keterampilan berpikir menggunakan berbagai sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, serta auditori.
  2. Implementasi konsep literasi di semua lembaga pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan gerakan literasi yang dicanangkan oleh Kemdikbud. Maka gerakan literasi tersebut bisa dimulai dari keluarga, sekolah, hingga nasional.
  3. Menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan, kebenaran, dan juga fakta. Hal tersebut harus diwujudkan melalui kegiatan membaca yang diimbangi dengan validasi, baik digital maupun manual.
  4. Masyarakat harus mengubah gaya hidup yang berawal dari budaya lisan menuju budaya baca. Kebanyakan masyarakat Indonesia jarang membaca karena kesibukan, tidak suka membaca, dan tidak ada bahan bacaan. Di sinilah perlu adanya edukasi literasi bagi masyarakat luas.
  5. Masyarakat harus mengubah pola pikir. Sikap konsumtif terhadap perkembangan digital harus diimbangi dengan perubahan cara berpikir dan melek literasi secara komprehensif. Perkembangan digital yang diikuti kesadaran literasi diharapkan mampu memperkuat budi pekerti seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Optimalisasi Perpustakaan sebagai Sarana Gerakan Literasi Sekolah