01 November 2017 09:06:51

Aku Bisa Berkarya

Made dan hasil karyanya

Hari Minggu merupakan hari yang sangat menyenangkan untuk Made. Meskipun hari libur, Made tetap bangun pagi-pagi. Ia segera merapikan tempat tidur kemudian mandi. Pagi ini Made sangat bersemangat karena ibu mengajaknya ke pasar untuk berbelanja. Di pasar, Ibu dan Made akan membeli sayuran dan buah-buahan sebagai persediaan makanan selama satu minggu. 

Sepulang dari pasar, Made dan Ibu menuju dapur. Made segera merapikan sayuran dan buah-buahan yang telah dibeli. Dengan semangat, Made mengeluarkan belanjaan yang dibelinya satu per satu. Sementara itu, Ibu menyiapkan peralatan masak yang akan digunakan.

“Made, ibu akan memasak bakwan jagung dahulu. Ambilkan jagung yang tadi kita beli!” kata Ibu.

“Made bantu mengupas jagung ya, Bu,” kata Made.

“Iya, Made. Tolong kupas dan cuci semua jagung itu. Ibu akan menyiapkan bumbunya,” jawab Ibu.

Made segera mengupas jangung-jagung segar tersebut. Made dengan rajin mengumpulkan kulit dan rambut jagung ke dalam kantong plastik. Jagung yang telah dikupas Made letakkan dalam baskom, lalu dicuci dengan air bersih.

“Bu, Made sudah selesai mengupas jagung-jagung ini,” ucap Made kepada Ibu.

“Baik, letakkan di meja situ saja, Made. Sekarang, tolong kamu buang kulit dan rambut jagungnya ya,” pinta Ibu kepada Made.

Made melihat kulit dan rambut jagung yang telah dikumpulkannya dalam plastik. Rasanya sayang membuat kulit dan rambut jagung begitu saja. Made coba mengingat ide berkreasi dengan bahan alam yang pernah dipelajarinya di sekolah. Tak lama kemudian, Made menemukan ide untuk berkarya dengan kulit dan rambut jagung tersebut.

“Bolehkah aku menggunakan kulit dan rambut jagung ini untuk membuat kerajinan, Bu?” tanya Made pada ibunya.

”Membuat kerajinan seperti apa, Made?” tanya ibu penasaran.

“Aku akan membuat boneka dari kulit dan rambut jagung ini, Bu,” jawab Made penuh semangat.

“Oh, tentu saja boleh!” tutur Ibu.

Made membawa kulit dan rambut jagung tersebut ke teras untuk diangin-anginkan. Sambil menunggu kulit dan rambut jagung agak kering, Made menyiapkan alat dan bahan yang idibutuhkan. Untuk membuat boneka, ia menyiapkan kulit dan rambut jagung, pewarna, air dalam baskom, pensil, lem, spidol, serta gunting. Setelah semua siap, Made mulai membuat boneka. Made menuangkan pewarna ke dalam air lalu mencelupkan kulit jagung ke dalamnya. Kulit jagung yang warnanya sudah rata ditiriskan dan ditunggu hingga kering. Berikutnya, Made membuat bentuk bulat dari kulit jagung sebagai kepala boneka. Kulit jagung yang lainMade gunakan untuk membuat baju dan tangan boneka. Made pun merekatkan bagian kepala, baju, dan tangan dengan lem. Agar semakin bagus, Made memasang rambut jagung sebagai rambut boneka. Tak lupa, Made menggambar bagian mata dan mulut pada boneka.

Made puas melihat hasil karya pertamanya. Kemudian Made membuat beberapa boneka lagi hingga semua kulit dan rambut jagung habis. Setelah selesai, Made merapikan kembali alat dan bahan yang ia gunakan. Kemudian Made membawa hasil karyanya ke dapur untuk ditunjukkan kepada ibunya.

“Ibu, lihatlah! Boneka dari kulit dan rambut jagungku sudah jadi!” seru Made sambil menunjukkan hasil karyanya kepada Ibu.

“Wah, bagus sekali Made. Kamu memang anak yang kreatif,” puji Ibu.

“Lihat, Bu. Ada boneka yang aku pasang jadi gantungan kunci. Boneka lainnya akan ku pasang menjadi hiasan pensil,” lanjut Made sambil menunjukkan karya-karyanya.

Ibu pun tersenyum bangga kepada Made karena Made anak yang kreatif. Made dapat menghasilkan karya yang bagus dari bahan alam yang sudah tidak terpakai. Karyanya juga dapat digunakan sebagai gantungan kunci dan hiasan pensil. Ibu menjelaskan kepada Made bahwa ibu akan mendukung setiap kreativitas Made dalam berkarya. Semua anak memang perlu mengembangkan kreativitasnya. Kreatif merupakan salah satu karakter yang perlu kita dimiliki. Semua anak pasti bisa berkarya sesuai kreativitasnya seperti Made.