31 Oktober 2017 10:00:53

Mitos yang Dianggap Menghambat Anak dalam Belajar Bahasa Asing

Sumber: https://pixabay.com/en/learn-school-language-teaching-2001847/

Di era global saat ini, belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris merupakan salah satu tuntutan yang penting dikuasai oleh generasi muda. Meskipun begitu, banyak orang tua beranggapan bahwa belajar bahasa asing bukan hal yang penting diajarkan dan justru bisa membuat anak bingung. Ada beberapa pendapat orang tua yang salah terkait membelajarkan bahasa asing kepada anak sejak dini. Berikut ini beberapa mitos yang sering dianggap orang tua dapat menghambat anak dalam belajar bahasa asing.

1.  Belajar Beberapa Bahasa Sekaligus akan Membingungkan Anak

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa sebaiknya anak diajarkan bahasa ibu terlebih dahulu. Orang tua berpendapat bahwa mengajarkan beberapa bahasa dalam satu waktu kepada anak bisa membuat anak bingung. Faktanya, mengajarkan beberapa bahasa sekaligus kepada anak justru baik bagi perkembangan otak mereka. Dr. David Freeman dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education di Amerika Serikat, menyatakan bahwa semakin dini anak terpapar lebih dari satu bahasa maka akan semakin cepat pula mereka menguasainya. Hal tersebut karena anak memiliki otak yang sangat kuat dan memiliki kapasitas untuk cepat berubah ketika menghadapi tuntutan lingkungan. Itulah yang menjadi alasan mengapa mengajarkan beberapa bahasa sekaligus kepada anak sejak dini justru baik bagi perkembangan otak mereka.

2.  Anak Sebaiknya Belajar Bahasa secara Bertahap

Kebanyakan remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA saat ini tidak bisa menggunakan bahasa asing dengan lancar. Mengapa begitu? Karena mereka mempelajari bahasa asing saat mereka duduk di bangku sekolah. Beberapa orang tua beranggapan bahwa sebaiknya anak belajar bahasa secara bertahap. Hal tersebut sepenuhnya salah, sebab setelah seseorang mahir dalam satu bahasa, maka orang tersebut harus mengumpulkan motivasi dan usaha kembali dari nol untuk belajar bahasa yang baru, begitu pula dengan anak. Menurut penelitian, mengajarkan dua atau beberapa bahasa sekaligus kepada anak justru lebih efektif dibandingkan secara bertahap.

3.  Anak yang Berbicara dengan Bahasa Percampuran Tidaklah Baik

Saat anak berbiacara menggunakan beberapa bahasa sekaligus, biasanya orang tua mengartikan hal tersebut sebagai salah satu bentuk kebingungan anak. Karena itulah, orang tua menganggap bahwa anak yang berbicara dengan bahasa percampuran tidaklah baik. Padahal, ketika anak berada pada proses belajar beberapa bahasa, merupakan suatu kewajaran jika mereka menggunakan beberapa bahasa sekaligus ketika berbicara. Pada saat itu, anak sedang belajar merangkai kalimat. Apabila saat itu anak tidak bisa mengingat atau tidak mengetahui kosakata dari salah satu bahasa yang ia maksud, maka anak akan menggunakan kosakata dari bahasa lain. Sebagai contoh “Saya ingin eat”. Pada waktu yang bersamaan, anak akan belajar tata bahasa, jadi sangat wajar jika saat itu mereka melakukan kesalahan.

4.  Anak Bisa Belajar Bahasa Asing Sendiri Saat Mereka Dewasa

Beberapa orang tua merasa sudah cukup memberikan dukungan belajar bahasa asing kepada anak dengan memberikan tontonan atau buku berbahasa asing kepada anak. Hal tersebut karena biasanya orang tua menganggap anak bisa belajar bahasa asing sendiri saat mereka tumbuh dewasa kelak. Padahal, jika orang tua menginginkan anak menguasai bilingual atau multilingual maka anak harus dibiasakan berinteraksi dengan bahasa kedua setidaknya 30% dari keseluruhan hari mereka ketika terjaga. Menurut Fred Genesse, professor dalam bidang psikolingusitik dari McGill University, Montreal, Amerika Serikat, hal tersebut merupakan kunci menumbuhkan anak dengan bilingual atau bahkan multilingual.