27 Oktober 2017 10:22:40

Mengajarkan Makna Peringatan Sumpah Pemuda kepada Anak

Sumber: https://pixabay.com/en/father-child-princess-funny-baby-2795943/

Tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hari Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah salah satu proses di mana bangsa Indonesia mencoba bangkit dari ketertindasan kaum penjajah. Lahirnya Sumpah Pemuda pada masa itu merupakan buah dari perjuangan rakyat dari ketertindasan. Ketertindasan tersebut yang kemudian mendorong pemuda Indonesia untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup masyarakat Indonesia. Tekad tersebut juga menjadi salah satu bekal komitmen perjuangan masyarakat Indonesia hingga mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dalam Sumpah Pemuda terkandung tiga komponen penting untuk menyatukan seluruh masyarakat di Indonesia, yakni bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober bisa dijadikan momentum bagi orang tua untuk mengajarkan makna Sumpah Pemuda kepada anak. Adapun makna dari Sumpah Pemuda yang bisa diajarkan orang tua kepada anak adalah sebagai berikut.

1. Mengenalkan Keanekaragaman Bangsa

Salah satu makna paling penting dalam Sumpah Pemuda adalah persatuan bangsa di antara banyaknya suku, agama, ras, dan antargolongan di Indonesia. Penting bagi orang tua untuk mengenalkan kepada anak bahwa Indonesia terdiri atas keragaman budaya. Untuk mengenalkan keragaman bangsa, orang tua bisa memulai dengan mengenalkan latar belakang budaya daerah keluarga sendiri. Dalam keseharian, orang tua bisa mengajak anak berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Tidak lupa, orang tua juga harus menjelaskan bahwa bahasa daerah di Indonesia sangat beragam, namun semuanya disatukan melalui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Selain bahasa persatuan, jelaskan pula kepada anak bahwa masih banyak lagi jenis keragaman budaya bangsa. Keragaman itulah yang menjadi aset kekayaan bangsa sekaligus menyatukan bangsa Indonesia.

2. Mendidik Anak untuk Menghargai Perbedaan

Sejarah Sumpah Pemuda tidak dapat kita lepaskan dari perbedaan latar belakang dari para pelopornya. Namun perbedaan tersebut menyatukan seluruh pemuda Indonesia untuk dalam rasa nasionalisme. Makna perbedaan itulah yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak. Orang tua perlu mengajarkan makna perbedaan kepada anak sejak dini, terutama dalam kaitannya dengan sikap nasionalisme dan antirasisme. Tekankan kepada anak bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai warna kulit, latar belakang budaya, suku, agama, dan bahasa yang berbeda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang bagi rakyat Indonesia untuk terpecah belah. Ajarkan kepada anak makna “Bhinneka Tunggal Ika”, artinya anak harus menghargai menghormati adanya perbedaan.

3. Mengenalkan Sejarah Indonesia

Makna dari Sumpah Pemuda bukan sekedar Sumpah Pemuda itu sendiri. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak berdirinya bangsa Indonesia. Penting bagi orang tua untuk mengajarkan sejarah Indonesia kepada anak. Perlu diingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Dari sejarah anak akan menghargai jasa para pahlawan dan tumbuh rasa nasionalisme pada diri anak. Orang tua bisa mengenalkan sejarah kepada anak dengan cara yang menyenangkan, misalnya dengan mengajak anak ke museum perjuangan. Dari sana anak akan mengetahui perjalanan bangsa Indonesia.