25 Oktober 2017 09:10:26

Ajari Anak Mengatur Uang Saku Sejak Dini

Sumber: https://pixabay.com/en/money-finance-business-success-2696238/

Sebagian besar orang tua merasa kesulitan saat membimbing anak-anaknya merencanakan keuangan. Padahal, pengenalan dapat dimulai saat memberikan uang saku harian. Melalui uang saku, anak akan membiasakan memegang uang, mengambil keputusan keuangan, serta mengelola keuangan sendiri. Oleh karena itu, pemberian uang saku oleh orang tua bukan didasarkan pada memenuhi kebutuhan pribadi anak di sekolah saja, melainkan pembelajaran mengenai perencanaan keuangan secara bertahap dan berkesinambungan.

Seiring kenaikan jenjang sekolah, anak juga akan semakin pandai berhitung. Saat itulah, orang tua dapat mempercayakan pemberian uang saku sesuai kebutuhan anak. Jika kelihatannya anak bisa menganggarkan dengan tepat dan mampu mempertanggungjawabkan penggunaannya, orang tua dapat mengatur ulang frekuensi pemberian uang saku. Pengaturan ulang ini juga harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia serta kesiapan anak dalam mengelola keuangan. Bagaimana caranya?

1. Mengenalkan Uang

Orang tua sebaiknya tidak membiarkan uang menjadi hal yang tabu bagi anak. Mengajarkan keterbukaan akan kondisi keuangan akan membuat anak lebih memahami dan belajar menyesuaikan keinginannya dengan situasi finansial keluarga. Mula-mula, beri tahu anak seputar bagaimana uang dibuat serta apa yang dilakukan orang tua untuk mendapat uang. Lalu, ajarkan pula apa yang terjadi jika orang tua tidak bekerja atau tidak memiliki uang. 

2. Mengatur Anggaran

Membuat anggaran keuangan dapat dilakukan dengan cara sederhana agar mudah dipahami oleh anak. Ketika memberikan uang saku untuk anak, orang tua bisa membuat tabel sederhana di kertas warna-warni yang berisi pembagian uang saku sesuai kebutuhan. Kemudian, siapkan beberapa amplop dan masukkan uang ke dalamnya sesuai pembagian dalam tabel. Perlu diingat bahwa anak juga diajarkan untuk mencatat seluruh pengeluaran sekecil apapun agar pemakaian uang saku anak dapat diketahui.

3. Menabung di Bank

Jika anak sudah mampu mengatur anggaran uang saku, orang tua dapat membuatkan rekening untuk anak di bank yang menyediakan program tabungan anak. Orang tua dapat mengajak anak untuk menyimpan sisa uang sakunya ke dalam rekening tersebut. Dengan demikian, anak tidak akan mudah tergiur untuk menghabiskan uang sakunya sekaligus. Melalui cara ini, orang tua dapat sekaligus mengajarkan pada anak agar selalu menyisihkan uang saku untuk ditabung.

4. Mengajarkan Kewirausahaan

Membentuk karakter kewirausahaan tentu dapat dilakukan sejak dini. Mula-mula, orang tua dapat mengajarkan bahwa uang bukanlah sesuatu yang dapat dipandang sebagai suatu yang dapat diterima begitu saja, tetapi perlu usaha untuk mendapatkannya, misalnya dengan bekerja. Kemudian, orang tua bersama anak dapat menentukan ide bisnis sederhana yang dapat dilakukan di akhir pekan atau selama liburan. Contohnya adalah berjualan kue hasil buatan anak bersama orang tua. 

5. Memberikan Bonus

Jika orang tua khawatir konsentrasi belajar anak akan terpecah jika harus sambil berbisnis, orang tua dapat membuat sistem bonus. Bonus dapat diberikan jika anak berbuat kebaikan. Dalam sistem bonus, hal yang perlu ditegaskan adalah uang imbalan (bonus) bukanlah satu-satunya tujuan dari apa yang dilakukannya. Jadi, orang tua harus dapat memberi pemahaman bahwa orang tua sangat senang jika dibantu atau orang tua sangat bangga jika anak dapat melakukan suatu kebaikan (hal positif). Dengan demikian, anak tidak melakukan tugas rumah semata-mata untuk mendapatkan bonus saja.