20 Oktober 2017 09:42:03

Apakah Guru Boleh Memberikan Hukuman pada Siswa?

Sumber: https://pixabay.com/en/september-school-september-1-2727393/

Hampir setiap guru pernah dihadapkan pada sebuah permasalahan ketika harus menghukum siswanya. Hukuman tersebut bisa diberikan karena berbagai alasan, misalnya karena siswa terlambat, tidak mengerjakan tugas, tidak menaati tata tertib, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, guru sering merasa bingung, apakah tepat memberikan hukuman kepada siswa? Apakah guru boleh memberikan hukuman pada siswa? Hal tersebut karena selama ini hukuman pada siswa sering diidentikkan dengan tindakan kekerasan dari guru kepada siswa. Guru tentu merasa dilema, di satu sisi hukuman perlu diberikan agar siswa merasa jera, di lain pihak guru bingung harus memberikan jenis hukuman seperti apa yang bisa memberikan efek jera kepada siswa sekaligus mendidiknya.

Prosedur Memberikan Hukuman kepada Siswa

Tidak semua siswa patuh terhadap tata tertib yang sudah ditetapkan di sekolah. Bahkan tidak jarang pula siswa sering membantah intruksi yang diberikan oleh guru. Untuk itu, guru perlu melakukan tindakan yang bisa memberikan efek jera kepada siswa. Awalnya guru bisa memberikan teguran kepada siswa. Namun tentu saja, tidak semua siswa akan patuh hanya dengan diberikan teguran. Ada kalanya guru harus memberikan hukuman yang lebih tegas kepada siswa. Hukuman perlu diberikan kepada siswa agar ia tidak melakukan perilaku menyimpang lagi. Namun tentu saja ketika memberikan hukuman, guru harus mempertimbangkan berbagai hal. Selain memberikan efek jera, hukuman yang diberikan harus bersifat mendidik dan tidak digunakan untuk mempermalukan siswa. Guru juga harus memperhatikan berbagai macam prosedur saat memberikan hukuman, di antaranya sebagai berikut.

  1. Jenis hukuman yang diberikan harus disepakati bersama siswa di awal.
  2. Jenis hukuman harus jelas, sehingga siswa bisa memahami konsekuensi terhadap kesalahan yang ia lakukan.
  3. Hukuman tidak disampaikan dengan cara yang menakutkan, apalagi menimbulkan trauma berkepanjangan pada diri siswa.
  4. Jenis hukuman harus dapat terukur, sejauh mana keberhasilannya dalam mengubah perilaku siswa.
  5. Hukuman tidak diberlakukan ketika ada stimulus di luar kontrol. Maksudnya, siswa melakukan kesalahan karena sesuatu yang tidak ia ketahui atau belum disepakati di awal.
  6. Hukuman diberikan secara konsisten, artinya hukuman harus segera diberikan jika perilaku yang tidak diinginkan kembali dilakukan oleh siswa.

Jenis Hukuman yang Mendidik

Hukuman yang mendidik bisa diberikan oleh guru dalam berbagai bentuk, misalnya pengasingan, kecaman, teguran, ataupun sindiran kepada siswa yang melakukan pelanggaran. Siswa yang mendapatkan hukuman diharapkan mengetahui letak kesalahannya dan bisa memperbaiki diri dalam pengalaman belajar selanjutnya. Motivasi semacam itu bisa muncul melalui pemberian hukuman yang tidak berlebihan dan diterapkan pada waktu yang tepat. Hukuman dari guru kepada siswa harus mampu memberikan pendidikan yang lebih kepada siswa. Siswa harus bisa merasakan manfaat dari hukuman yang ia dapatkan.

Jenis hukuman mendidik yang paling sering digunakan oleh guru adalah teguran. Jika teguran tidak mampu memberikan efek jera kepada siswa, maka guru bisa memberikan hukuman dengan memberikan tugas. Tugas-tugas tersebut hendaknya tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Contoh hukuman yang bisa diberikan guru misalnya ketika siswa tidak membawa buku tugasnya. Guru tidak perlu meminta siswa pulang mengambil buku tugasnya. Jenis hukuman yang mendidik ialah dengan menyuruh siswa meminjam buku di perpustakaan dan mengerjakan tugas pada selembar kertas. Dengan begitu, siswa tidak hanya jera terhadap pelanggaran yang ia lakukan, tetapi siswa juga memperoleh manfaat dari hukuman yang ia dapat.