19 Oktober 2017 07:37:46

Lowongan Guru Garis Depan Tahun 2018 Ditambah

https://pixabay.com/id/bahagia-sekolah-mahasiswa-guru-2808384/

Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan generasi penerus yang akan memajukan bangsa. Memperoleh pendidikan merupakan hak sekaligus kewajiban masyarakat Indonesia. Namun, menilik pendidikan yang ada di Indonesia saat ini ternyata masih belum merata. Tak hanya itu, mutu pendidikan di Indonesia pun masih mengalami ketimpangan antardaerah.

Salah satu faktor yang berperan dalam pendidikan adalah guru. Di daerah-daerah pelosok, ketersediaan guru yang berkualitas masih kurang. Hal ini menjadi salah satu penyebab tertinggalnya pendidikan di pelosok Indonesia. Kondisi demikian tentu saja perlu segera diatasi agar mutu pendidikan semakin baik dan merata.


Guru Garis Depan Ujung Tombak Daerah 3T

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memeratakan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sasaran dari program-program pemerintah ini yaitu daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau dikenal dengan daerah 3T. Salah satu program yang diupayakan pemerintah yakni dengan mengangkat Guru Garis Depan atau disebut GGD.

GGD akan ditempatkan di daerah 3T untuk mengemban tugas nasional dalam memeratakan dan melaksanakan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah bahkan sangat memperhatikan GGD dari segi kuantitas maupun kualitas pendidik. Dari segi kuantitas, pemerintah akan menambah jumlah GGD dan daerah sasaran. Sementara itu, dari segi kualitas pemerintah mensyaratkan peserta GGD harus lolos PPG (Program Profesi Guru) terlebih dahulu.

Pada tahun 2016, pemerintah mengadakan seleksi penerimaan 7.000 GGD, tetapi hanya terisi 6.296 guru. Mereka yang lolos seleksi telah resmi diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) pada tahun 2017 ini. Pengangkatan GGD sebagai ASN diharapkan mampu mensejahterakan guru di daerah 3T sehingga sebanding dengan pengabdian mereka. GGD juga akan mengabdi di daerah tersebut tanpa diizinkan mengajukan permohonan pindah dalam waktu yang telah ditentukan untuk mencegah kekosongan guru lagi. 

Tahun lalu, peserta GGD merupakan para sarjana yang telah mengikuti program SM3T (sarjana mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal). Setelah satu tahun mengajar di daerah 3T, mereka mengikuti program PPG selama satu tahun dengan harapan kemampuan dan keterampilan mereka bertambah. Mereka yang sudah lulus PPG inilah yang mendaftar sebagai GGD.


Program Guru Garis Depan 2018

Dalam beberapa sumber berita, Hamid Muhammad sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud menyampaikan bahwa pada tahun 2018 akan dibuka program GGD lagi. GGD yang akan direkrut berdasarkan kajian kebutuhan guru yakni sebanyak 17.000 guru. Meskipun jumlah tersebut masih rencana, tetapi sudah disampaikan ke Kementerian PAN-RB dan dibahas dengan kementerian serta lembaga-lembaga terkait.

GGD juga dapat ditempatkan di daerah yang kekurangan guru meskipun bukan daerah 3T. Namun, prioritas dari program GGD tetap pada daerah-daerah 3T. Beberapa daerah sebenarnya ada gurunya, tetapi bukan PNS atau ASN. Guru yang sudah mengabdi tersebut juga mendapatkan kesempatan ikut GGD tahun depan. Untuk dapat diangkat menjadi ASN tetap harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Muhadjir Effendy. Seperti yang termuat dalam salah satu sumber berita, beliau mengatakan bahwa beberapa daerah meminta GGD lebih mengutamakan guru yang merupakan putra putri daerah atau guru honorer yang telah mengabdi di daerah tersebut.