18 Oktober 2017 11:38:00

Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Sejak Dini

https://pixabay.com/en/kids-happiness-family-small-child-1235091/

Emotional Quotient (EQ) atau dikenal dengan kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk menerima, mengevaluasi, mengelola, serta mengontrol emosi diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Dengan kata lain, inti dari kecerdasan emosional adalah pengendalian emosi, kepekaan, merespon secara positif, memotivasi diri, dan membina hubungan atau bernegosiasi. Dengan demikian, seorang anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan memenuhi indikator kecerdasan tertentu, di antaranya: memiliki empati, mampu mengendalikan amarah, mandiri, mampu menyesuaikan diri, disenangi orang lain, mampu memecahkan masalah, tekun, setia kawan, ramah, dan menghormati orang lain.

Faktor Utama dalam Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak

Melalui kecerdasan emosional, seseorang dapat mengelola emosinya secara sehat. Kecerdasan emosional juga menjadi dasar seseorang untuk hidup di lingkungan sosial dengan baik. Tentu saja hal tersebut sangat penting untuk dikembangkan pada anak sejak usia dini. Untuk mengembangkan kecerdasan emosional pada anak, ada tiga faktor utama yang harus diperhatikan, yaitu otak, pola asuh orang tua, dan lingkungan sekolah.

  1. Otak merupakan faktor dasar yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap manusia. Otak dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan, baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional.
  2. Peran pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional anak memberikan kontribusi yang besar karena orang tua merupakan pihak yang terdekat dan paling berpengaruh terhadap perkembangan anak. Selain itu, sebagian besar aktivitas dan waktu anak juga masih berpusat dalam lingkungan keluarga.
  3. Lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang paling berpengaruh setelah lingkungan keluarga. Di sekolah, anak akan mulai berinteraksi dengan orang lain, yaitu guru, teman, dan warga sekolah lainnya.

Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

Pengembangan kecerdasan emosional anak berawal dari rumah, yaitu dilakukan oleh orang tua. Orang tua dituntut mampu mengasah kecerdasan emosional anak sehingga anak memiliki kepribadian dan etika yang baik di masa mendatang. Untuk itu, orang tua dapat menggunakan cara-cara berikut.

  1. Menerapkan pola asuh authoritative, yaitu pola asuh yang hangat namun tegas.
  2. Memahami pola pikir, sudut pandang, serta karakter anak dengan baik.
  3. Memberi teladan dengan selalu berperilaku positif dan penuh tanggung jawab.
  4. Memberi ruang untuk berekspresi serta selalu bersedia mendengarkan pendapat anak.
  5. Mengajarkan anak untuk memecahkan suatu masalah dengan cara yang tepat.
  6. Mengajarkan tata krama, kejujuran, dan kemampuan berpikir realistis kepada anak.

Dalam praktiknya, orang tua dapat meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk menemani anak. Orang tua juga harus dapat menciptakan komunikasi yang baik dengan anak agar terjalin hubungan keluarga yang harmonis. Dengan demikian, anak juga akan semakin terdorong untuk menemukan jati dirinya dan siap untuk menghadapi tantangan zaman dengan segala permasalahannya.