14 Oktober 2017 08:17:29

Membentuk Karakter Siswa melalui Layanan Bimbingan dan Konseling

Sumber: https://pixabay.com/en/teacher-care-support-education-590109/

Selama mengikuti aktivitas pembelajaran, siswa membutuhkan bimbingan. Bimbingan tersebut bukan hanya berupa tindakan untuk mengatasi krisis yang dihadapi siswa, tetapi juga berupa pemikiran untuk membentuk karakter siswa sesuai kebutuhan, minat, dan bakat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, guru perlu bertindak sebagai konselor dengan memberikan layanan bimbingan dan konseling. Melalui layanan tersebut, siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang berarti.

Prinsip-Prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling

Dalam pelaksanaannya, guru harus memberikan layanan bimbingan dan konseling secara tepat berdasarkan prinsip-prinsip seperti berikut.

  1. Mengenali karakteristik, kebutuhan, dan kesulitan siswa.
  2. Memberikan layanan yang tepat sesuai karakteristik siswa.
  3. Memilih teknik bimbingan dan konseling yang sesuai kebutuhan siswa.
  4. Membantu siswa agar mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri.
  5. Memotivasi siswa agar aktif dan memiliki banyak inisiatif untuk mengatasi kesulitannya.
  6. Melakukan bimbingan secara fleksibel sesuai kondisi lingkungan tempat tinggal siswa.
  7. Melakukan pelimpahan bimbingan kepada pihak yang lebih ahli jika masalah belum dapat ditangani pihak sekolah.
  8. Memberikan layanan yang tidak bertentangan dengan program pendidikan sekolah.
  9. Melibatkan petugas-petugas yang ahli dalam bidang bimbingan dan konseling.
  10. Melaksanakan penilaian dan penyempurnaan layanan secara berkala.

Proses Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar

Layanan bimbingan dan konseling dapat berupa layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Ketujuh layanan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter serta menghadapi permasalahan belajar siswa. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut.

  1. Identifikasi masalah, yaitu proses pemanggilan siswa yang memiliki permasalahan ataupun teman dekatnya untuk memperoleh informasi tentang masalah yang dihadapi oleh siswa tersebut.
  2. Analisis masalah, yaitu menganalisis masalah yang dihadapi siswa dalam kurun waktu tertentu. Guru juga dapat mengamati tingkah laku atau kebiasaaan siswa.
  3. Diagnosis, yaitu menentukan inti permasalahan dan mencari penyebab masalah tersebut.
  4. Prognosis, yaitu mencari dan menentukan berbagai alternatif pemecahan masalah.
  5. Pelaksanaan layanan, yaitu memberikan nasihat kepada siswa. Guru juga dapat berkunjung ke rumah siswa untuk mencari pemecahan masalah bersama dengan orang tua.

Peran Guru Kelas dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Layanan bimbingan dan konseling pada sekolah dasar dilakukan oleh guru kelas. Melalui layanan tersebut, guru menumbuhkan kepedulian sosial, mengembangkan aspek emosi positif, memandirikan siswa dalam pengambilan keputusan, memilih cita-cita, serta meraih dan mempertahankan prestasi. Guru kelas juga dapat memfasilitasi pengembangan dan penumbuhan karakter pada siswa. Agar tujuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dapat tercapai, guru kelas harus melaksanakan peran-peran berikut dengan baik.

  1. Informator, yaitu sebagai pelaksana cara mengajar yang informatif.
  2. Organisator, yaitu sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus serta berbagai perangkat pembelajaran.
  3. Motivator, yaitu sebagai pemberi dorongan untuk mengembangkan potensi dengan cara menumbuhkan aktivitas dan kreativitas siswa.
  4. Direktur, yaitu sebagai pembimbing yang mengarahkan aktivitas belajar sesuai minat dan bakat siswa.
  5. Inisiator, yaitu sebagai penggagas sekaligus pelaksana ide dalam proses pembelajaran.
  6. Transmitter, yaitu sebagai penyebar sekaligus pelaksana kebijakan dalam pendidikan.
  7. Fasilitator, yaitu sebagai penyedia fasilitas atau kemudahan dalam proses pembelajaran.
  8. Mediator, yaitu sebagai penghubung atau penengah dalam proses pembelajaran siswa.
  9. Evaluator, yaitu sebagai penilai prestasi siswa dalam bidang akademik dan tingkah laku sosial.