05 Oktober 2017 09:25:56

8 Penyebab Kegagalan Berpikir Guru yang Wajib Diwaspadai

Sumber: https://pixabay.com/en/uncertainty-relation-board-physics-2434282/

Guru merupakan pemegang kunci pembelajaran. Guru juga merupakan inisiator dalam pembelajaran. Seorang guru harus bisa melakukan “cipta kondisi” sehingga bisa terbebas dari kevakuman pembelajaran. Mengajar memang tidak selalu berjalan sesuai dengan kenginan guru. Terkadang guru akan mengalami kevakuman, merasa bingung harus melakukan tindakan apa, padahal waktu pembelajaran masih banyak tersisa. Pada beberapa kasus, guru akan memutuskan untuk keluar ruangan lebih cepat meskipun hal tersebut bukanlah tindakan yang bijak. Sebaliknya, jika memutuskan untuk tetap berada di ruang kelas, hal tersebut tidak menyelesaikan permasalahan. Kevakuman pembelajaran terjadi karena “kegagalan berpikir” guru. Untuk menghindari kevakuman pembelajaran, maka guru harus mengetahui penyebab “kegagalan berpikir”, di antaranya adalah sebagai berikut.

1.  Kurang Persiapan

Persiapan guru dalam mengajar akan menentukan jalannya proses pembelajaran di dalam kelas. Persiapan akan menentukan bagaimana guru membuka pembelajaran, strategi pembelajaran apa yang digunakan, kebutuhan apa saja yang diperlukan saat pembelajaran, termasuk media dan sumber belajar yang digunakan.

2.  Terbatasnya Konsep Pembelajaran

Konsep pembelajaran menyangkut berbagai macam teori dalam pembelajaran. Jika guru menguasai konsep pembelajaran, maka guru akan mampu mengelola kelas dengan baik serta mampu menciptakan variasi dalam model dan metode pembelajaran. Sebaliknya, guru yang kurang menguasai konsep pembelajaran biasanya hanya menerapkan metode pembelajaran secara konvensional, akibatnya siswa akan merasa bosan dengan pembelajaran.

3.  Kurangnya Sikap Pengendalian Diri

Dalam proses pembelajaran, guru harus menghadapi banyak karakter siswa. Karena itulah guru harus bersikap sabar. Sikap sabar tersebut merupakan buah dari pengendalian diri. Jika guru tidak memiliki sikap pengendalian diri, alhasil guru tidak mampu bersabar dalam menghadapi siswa dengan berbagai macam karakteristik. Persiapan yang sudah dilakukan secara matang akan gagal akibat sikap guru yang tidak bisa mengendalikan diri.

4.  Minimnya Referensi yang Dikuasai

Guru harus memiliki banyak referensi pembelajaran karena guru merupakan salah satu sumber pembelajaran bagi siswa. Jika guru memiliki banyak referensi pembelajaran, maka hal tersebut akan memunculkan ketertarikan siswa akan pembelajaran. Sebaliknya, guru yang tidak memiliki banyak referensi akan membatasi kemampuannya dalam memvariasikan metode atau model pembelajaran sehingga terjadilah kevakuman dalam proses pembelajaran.

5.  Kesalahan Saat Memulai Pembelajaran

Guru harus memperhatikan cara memulai pembelajaran. Guru yang tidak memperhatikan cara memulai pembelajaran biasanya akan menyebabkan proses pembelajaran kehilangan arah dan keluar dari perencanaan, akibatnya guru tidak mampu mendeskripsikan materi secara mendalam. Hal tersebut akan membuat guru mengalami kebuntuan saat menyampaikan materi. Kebuntuan tersebut akan menyebabkan “kegagalan berpikir” guru.

6.  Kelalaian terhadap Alokasi Waktu

Dalam proses pembelajaran, guru harus memperhatikan irama mengajar yang disesuaikan dengan alokasi waktu. Terlalu cepat menyampaikan materi akan menyebabkan guru kehabisan materi, sebaliknya keterlambatan materi akan berpengaruh pada materi selanjutnya. Untuk itu, guru sebaiknya selalu berkomitmen pada alokasi waktu yang sudah direncanakan.

7.  Kurang Inisiatif

Guru harus memiliki gambaran terhadap semua tahapan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Jika semua tahapan sudah dilaksanakan dengan baik, maka yang harus dilakukan selanjutnya oleh guru adalah “cipta kondisi”. Untuk melakukan “cipta kondisi”, guru harus memiliki inisiatif sehingga tidak akan terjadi kevakuman pembelajaran.

8.  Terlalu Banyak Masalah yang Dihadapi

Banyaknya masalah yang dihadapi oleh guru bisa menyebabkan hambatan dalam proses pembelajaran. Berbagai permasalahan tersebut bisa mengganggu proses berpikir dan memecah konsentrasi guru. Karena itu, sebisa mungkin guru harus bisa menyelesaikan berbagai permasalahan sebelum memulai proses pembelajaran.