04 Oktober 2017 08:28:23

Peran Guru dalam Pembelajaran Sesuai Pola Pikir Kurikulum 2013

Sumber: https://pixabay.com/en/school-class-school-children-bali-401519/

Bagaimana pola pikir yang sesuai dengan kebutuhan masa depan pendidikan di negara kita? Pertanyaan tersebut merupakan salah satu pertanyaan yang akan terjawab dengan penerapan Kurikulum 2013 di Indonesia. Masa depan pendidikan Indonesia dimulai dengan perubahan dan penyempurnaan pola pikir dalam proses pembelajaran. Perubahan dan penyempurnaan tersebut diartikan sebagai pergeseran dari pola pikir lama ke pola pikir baru. Artinya, Kurikulum 2013 diterapkan untuk mengganti pola pikir yang statis dan sempit menjadi pola pikir dinamis yang luas.


Pola Pikir Berdasarkan Kurikulum 2013

Secara garis besar, pola pikir berdasarkan Kurikulum 2013 diharapkan dapat mewujudkan pendidikan berbasis kontekstual dan modern. Untuk itu, diperlukan beberapa perubahan dan penyempurnaan dalam proses pembelajaran seperti berikut.

  • Menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered).
  • Mengubah komunikasi satu arah menjadi komunikasi interaktif.
  • Mewujudkan pembelajaran dengan lingkungan jejaring bukan isolasi.
  • Mengganti kegiatan pembelajaran pasif menjadi aktif menyelidiki.
  • Mengubah model pembelajaran yang abstrak menjadi kontekstual.
  • Memperbanyak pembelajaran berbasis tim dibandingkan pembelajaran pribadi.
  • Membentuk perilaku khas dengan memberdayakan kaidah keterikatan.
  • Mengubah stimulasi tunggal menjadi stimulasi ke segala penjuru.
  • Mendayagunakan peralatan multimedia sebagai media penunjang pembelajaran.
  • Mengubah hubungan satu arah menjadi hubungan kooperatif
  • Mengubah pola pikir produksi massa menjadi kebutuhan pelanggan.
  • Mengubah pola usaha sadar tunggal menjadi pola usaha jamak.
  • Mengarahkan pembelajaran dari satu ilmu pengetahuan menuju pengetahuan jamak.
  • Mengubah pembelajaran dengan kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan.
  • Membimbing pemikiran siswa dari faktual menuju kritis.
  • Melakukan pertukaran pengetahuan bukan hanya penyampaian pengetahuan.


Mengidentifikasi Peran Guru Berdasarkan Pola Pikir Kurikulum 2013

Dengan adanya perubahan dan penyempurnaan pola pikir tersebut, peran guru sebagai pelaksana kurikulum menjadi sangat penting. Peran tersebut harus dilaksanakan setiap guru demi terpenuhinya kebutuhan masa depan pendidikan Indonesia. Guru yang profesional harus mampu menerjemahkan serta menjabarkan nilai-nilai Kurikulum 2013. Guru juga harus mentransformasikan nilai-nilai tersebut kepada siswa melalui proses pembelajaran sesuai dengan pola pikir Kurikulum 2013. Lebih lanjut, guru diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, afektif, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini beberapa peran guru dalam proses pembelajaran berdasarkan pola pikir Kurikulum 2013.

1.  Desainer Pembelajaran

Sebagai guru profesional, guru diharapkan dapat merancang corak pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Desain pembelajaran tersebut akan tercantum dalam perangkat pembelajaran yang terstruktur dan praktis.

2.  Seniman Pembelajaran

Selain mewujudkan pembelajaran sesuai kurikulum, guru harus dapat memberi sentuhan seni. Dengan demikian, guru dapat menciptakan pembelajaran yang berlangsung menyenangkan bagi siswa.

3.  Motivator Pembelajaran

Sebagai motivator, guru harus dapat memberikan dorongan kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Dorongan tersebut dapat berupa pujian, reward, ataupun jenis apresiasi yang lain.

4.  Mediator Pembelajaran

Kehadiran guru dalam pembelajaran dijadikan perantara antara sumber belajar dengan siswa. Guru dapat menyajikan pokok permasalahan kepada siswa. Kemudian, siswa menerima, menyelidiki, dan membahas permasalahan tersebut. Sebagai mediator, guru harus memastikan terjadinya pertukaran pengetahuan selama proses pembelajaran.

5.  Inspirator Pembelajaan

Guru menjadi sumber inspirasi bagi siswa dalam proses pembelajaran. Pemikiran dan strategi yang disampaikan guru menjadi salah satu penggerak siswa untuk belajar secara kreatif dan mandiri.