29 September 2017 10:39:47

5 Langkah Menghadapi Anak Pelaku Bullying

Sumber: https://pixabay.com/en/boy-teen-schoolboy-dangerous-steep-2736649/

Selama ini, ketika terjadi kasus bully maka yang seringkali yang menjadi fokus adalah korban. Padahal, anak pelaku bullying juga perlu mendapatkan perhatian khusus dari orang-orang di sekitarnya. Tindakan bully seringkali dijadikan anak sebagai media untuk melampiaskan sikap agresifnya. Sama halnya seperti korban bullying, pelaku bullying juga memperoleh dampak negatif dari perilaku yang ia lakukan. Berbagai penelitian membuktikan bahwa anak pelaku bullying kelak akan mengalami kesulitan saat berinteraksi dan biasanya memiliki kehidupan sosial yang tidak harmonis. Anak-anak pelaku bullying juga cenderung mengalami kegagalan pada bidang akademisnya. Karena itu, anak-anak pelaku bullying perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama dari orang tua. Untuk menghadapi anak yang melakukan tindakan bullying, orang tua bisa melakukan beberapa langkah berikut.

1.  Lebih Banyak Mendengarkan Anak

Sebagai orang tua, cobalah untuk selalu mendengarkan keluhan yang diutarakan oleh anak. Jika anak menceritakan berbagai kenakalannya, jangan terburu-buru untuk memarahinya. Cobalah untuk menggali informasi lebih dalam dari berbagai cerita yang diutarakan oleh anak. Jika anak sudah menceritakan semuanya, barulah orang tua mulai menasihati anak. Jika anak adalah tipe yang tertutup maka sebaiknya orang tua yang memulai percakapan agar anak terstimulasi untuk lebih terbuka menceritakan berbagai hal.

2.  Berikan Banyak Perhatian

Anak yang sering melakukan tindakan bullying biasanya kurang mendapat perhatian dari orang tuanya. Anak melakukan tindakan bullying biasanya semata-mata untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian lebih intens kepada anak. Bentuk perhatian yang diberikan bisa beraneka ragam, misalnya dengan memberikan apresiasi ketika anak melakukan hal terpuji, atau dengan memasakkan makanan yang disukai oleh anak. Orang tua perlu menjadikan keluarga sebagai tempat paling nyaman bagi anak untuk berbagi cerita.

3.  Ajarkan Sikap Kepedulian dan Empati

Anak yang melakukan tindakan bullying biasanya cenderung tidak mau tahu dengan akibat buruk yang sudah ia timbulkan terhadap korban bullying. Karena itu, cara untuk menghadapi anak pelaku bullying yang tepat selanjutnya adalah dengan mengajarkan sikap peduli dan empati kepadanya. Misalnya, dengan memperlihatkan keadaan psikologis korban bullying. Berikan penjelasan kepada anak bahwa tindakan yang sudah ia lakukan tidak baik bagi orang lain. Berikan bimbingan dan penjelasan kepada anak secara halus, sebab penjelasan yang kurang sesuai dalam kondisi ini justru bisa membuat anak merasa bersalah secara berlebihan.

4.  Ajari Anak Mengontrol Emosinya

Salah satu ciri anak yang melakukan tindakan bullying adalah seringkali tidak memiliki kontrol emosi yang baik. Ketika marah, anak pelaku bullying biasanya akan melampiaskan pada siapapun dan tidak memperdulikan orang lain di sekitarnya. Jangan larang anak untuk melampiaskan kemarahannya, yang perlu orang tua lakukan adalah mengajari anak untuk melampiaskan kemarahan tanpa menyakiti diri sendiri dan orang lain. Tanyakan kepada anak apa yang membuatnya marah, tanyakan pula hal apa yang bisa membuat amarahnya redam. Cara tersebut akan membuat anak merasa dihargai dan dimengerti.

5.  Bekerja Sama dengan Pihak Sekolah

Tindakan bullying biasanya terjadi di lingkungan sekolah. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk melakukan kerja sama dengan pihak sekolah. Orang tua sebaiknya mendatangi pihak sekolah dan berkomunikasi langsung dengan wali kelas anak. Tanyakan kepada wali kelas, bagaimana sikap anak ketika di sekolah, tanyakan pula antusiasme anak ketika mengikuti pembelajaran di kelas. Mintalah pihak sekolah untuk melakukan pengawasan kepada anak, bila perlu, orang tua juga bisa meminta sekolah untuk mengadakan sosialisasi terkait tindakan bullying