28 September 2017 10:46:05

5 Tips Mengatasi Anak yang Sering Berbicara Kasar

Sumber: https://pixabay.com/en/portrait-kid-childhood-face-cute-2581937/

Anak-anak pada usia prasekolah biasanya selalu menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang dewasa. Tidak jarang pula pada usia tersebut anak sering mengucapkan kata-kata kasar. Umumnya, pada usia tersebut anak-anak belum benar-benar memahami apakah kata-kata yang mereka ucapkan tersebut pantas atau tidak untuk diucapkan. Jadi pada usia tersebut anak biasanya hanya sekedar menirukan apa yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Orang tua tentu tidak bisa berdiam diri jika anak mulai melakukan perilaku negatif, termasuk ketika anak sering berbicara kasar. Orang tua harus segera melakukan antisipasi jika anak mulai menganggap bahwa berbicara kasar atau kotor adalah hal biasa. Untuk mengatasi anak yang sering berbicara kasar, orang tua bisa melakukan beberapa langkah berikut.

1.  Dampingi Anak Ketika Bermain

Anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain. Lambat laun, anak akan mendapatkan pengaruh dari lingkungan bermainnya, padahal pengaruh tersebut bisa jadi tidak sesuai dengan nilai positif yang diajarkan di rumah, termasuk pengaruh berbicara kasar. Untuk itu, ada kalanya, orang tua perlu “mensterilkan” lingkungan anak. Bukan berarti orang tua harus memisahkan anak dengan lingkungan sosialnya ketika bermain, tetapi alangkah baiknya jika orang tua mendampingi dan mengawasi anak ketika bermain. Orang tua harus sabar dan telaten menjelaskan bahwa kata-kata kasar tersebut tidak baik atau tidak pantas untuk diucapkan.

2.  Jangan Memarahi Anak

Meskipun tahu bahwa apa yang diucapkan oleh anak tidak pantas, namun orang tua tidak boleh memarahi anak. Kemarahan justru akan membuat anak bingung, bahkan memarahi anak tidak akan mencegah anak untuk kembali berbicara kasar. Pada beberapa kasus, anak-anak yang kurang mendapat perhatian justru akan mengulangi kebiasaan berkata kasar meskipun mereka sudah dimarahi. Menurut anak-anak tersebut, dengan berbicara kasar mereka justru akan mendapatkan perhatian dari orang tua.

3.  Jelaskan Arti Kata Tersebut kepada Anak

 Saat anak mengucapkan kata-kata kasar, coba tanyakan kepada anak apa arti kata kasar tersebut. Jika anak tidak mampu menjelaskannya, berarti anak memang tidak mengetahui arti kata kasar yang mereka ucapkan dan juga mereka belum mengetahui bahwa kata-kata kasar tersebut bisa menyinggung perasaan orang lain. Untuk itu, orang tua memiliki tugas untuk menggali pemahaman dan juga menanyakan kepada anak alasan mengapa mengucapkan kata-kata tersebut. Orang tua secara terus-menerus harus membimbing dan mengarahkan anak.

4.  Buat Kesepakatan dengan Anak

Jika anak masih saja mengulangi kebiasaan berkata kasar, maka sebaiknya orang tua membuat kesepakatan dengan anak. Kesepakatan tersebut bisa berupa hukuman yang sudah disepakati dengan anak. Meski begitu, usahakan agar orang tua tidak menerapkan hukuman fisik kepada anak. Bentuk hukuman yang dianjurkan untuk anak usia prasekolah adalah hukuman time-out. Misalnya, minta anak untuk duduk pojokan selama lima menit atau sepakati untuk tidak berbicara dengan anak selama lima menit jika anak berbicara kasar.

5.  Cari Tahu Penyebabnya

Apakah setiap kali anak mengucapkan kata kasar justru ada anggota keluarga yang menertawakan? Jika ada, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak memberikan respon positif kepada anak jika anak berbicara kasar. Jika anak mulai berbicara kasar usahakan untuk tidak peduli atau pura-pura tidak tahu, sehingga anak akan merasa bahwa upayanya mencari perhatian telah gagal. Umumnya, anak yang sering berbicara kasar dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mencari perhatian.