28 September 2017 08:45:42

Kenali Ciri-ciri Stres pada Anak dan Cara Menanggulanginya

https://pixabay.com/en/portrayal-portrait-crying-cry-baby-89189/

Stres merupakan suatu keadaan di mana seseorang mendapat tekanan secara psikologis. Stres banyak dialami orang dewasa yang disebabkan berbagai kebutuhan dan tuntutan dari lingkungan. Terlebih di zaman modern ini, setiap orang harus siap menghadapi persaingan yang ketat di hampir setiap aspek kehidupan. Namun, tahukah anda bahwa stres dapat pula dirasakan anak-anak? Stres yang dialami anak dapat disebabkan berbagai hal, yang tentu berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, anak dapat merasa tertekan akibat pekerjaan rumah yang menumpuk, bullying yang ia terima dari teman, atau perceraian orang tua. Tidak seperti orang dewasa, anak-anak belum mampu mengelola emosi saat mereka mengalami stres. Bahkan jika stres anak tidak diatasi dengan segera oleh orang tua, bukan tidak mungkin anak menjadi tumbuh dengan perilaku negatif. Lantas, bagaimana cara orang tua dapat mengetahui apakah anaknya mengalami stres atau tidak? Mari simak uraian berikut.

Ciri-ciri Anak Mengalami Stres

Ayah dan bunda, anda dapat mengenali apakah anak anda mengalami stres atau tidak dengan memperhatikan perilaku anak berikut ini.

1. Anak Lebih Mudah Murung

Anak yang biasanya ceria, akan terlihat lebih murung dan tidak bersemangat. Tidak hanya itu, anak yang mengalami stres cenderung malas untuk melakukan aktivitas seperti sekolah, bermain, bahkan anak bisa menarik diri dari lingkungannya.

2. Anak Menjadi Agresif

Anak yang mengalami stres akan lebih mudah marah dan menunjukkan emosi negatifnya. Misalnya, ketika diajak berbicara anak menjadi lebih mudah tersinggung, menangis, atau berteriak. Bahkan anak bisa melakukan tindakan fisik seperti memukul, menggigit, dan menendang.

3. Anak Sulit Berkonsentrasi

Ketika belajar, terutama belajar di rumah, anda dapat mengamati apakah anak bisa berkonsentrasi atau tidak. Jika anak terlihat sulit berkonsentrasi, bahkan pada apa yang anda bacakan, maka kemungkinan anak sedang memikirkan hal lain yang membuatnya tidak tenang.

4. Anak Menjadi Susah Tidur

Anak yang sulit tidur bisa disebabkan karena mereka mengalami stres. Saat tidur, anak yang mengalami stres akan mengigau dengan berteriak atau mengomel. Tidak hanya itu, mereka bisa juga mengalami mimpi buruk bahkan hingga membuatnya terbangun dari tidur.

5. Anak Sering Merasa Cemas

Anak yang cemas dapat dilihat dari tingkah laku seperti menggigit kuku, melamun, berkeluh kesah, dan memilin-milin rambut. Orang tua yang melihat anaknya melakukan hal tersebut dapat segera memberi pelukan agar anak merasa tenang.

Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Stres

Stres yang dialami anak dapat disebabkan karena beberapa hal, baik itu dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun teman sebaya. Setelah mengetahui penyebab stres anak, orang tua dapat menerapkan cara berikut agar stres anak tidak berkepanjangan.

  1. Jika penyebab stres berasal dari lingkungan keluarga, maka perbanyak family time dengan anak. Selain itu, orang tua dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa anak tidak akan kehilangan kasih sayang orang tuanya, seperti memberi pelukan.

  2. Jika lingkungan sekolah yang menjadi penyebab stres, maka segera komunikasikan dengan guru kelas anak. Bangun kerjasama dengan guru agar masalah anak di sekolah dapat teratasi.

  3. Teman sebaya dapat pula menjadi penyebab stres pada anak, misalnya karena bullying yang dilakukan saat bermain bersama. Jika hal itu terjadi, jangan segan untuk mengajari anak cara membela diri. Biarkan anak bertahan secara mandiri dengan kemampuannya. Jika hal itu tidak mengubah keadaan, barulah anda dapat mengambil tindakan agar bullying tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang.