27 September 2017 08:41:19

Menilik Pelaksanaan Penilaian Autentik di Sekolah

https://pxhere.com/en/photo/1085374

Kurikulum 2013 yang mulai diberlakukan pemerintah sejak beberapa tahun ini menuntut guru untuk melakukan beberapa penyesuaian terkait dengan proses pembelajaran. Salah satu hal yang baru dari kurikulum dan harus dilakukan guru yaitu dalam hal penilaian, istilah yang digunakan adalah penilaian autentik. Seperti yang kita tahu, penilaian autentik merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaannya berkelanjutan, menggunakan bukti akurat, dan dilakukan secara konsisten. Melalui penilaian autentik tersebut, guru diharapkan dapat menilai siswa tidak hanya dari aspek kognitifnya saja, melainkan juga aspek afektif dan psikomotor. Akan tetapi, sudahkah guru melakukan penilaian autentik tersebut secara utuh? Sayang sekali, jawabannya belum. Ada banyak faktor yang membuat sebagian guru belum menerapkan penilaian autentik sesuai prosedur yang seharusnya.

Kendala Pelaksanaan Penilaian Autentik

Munculnya kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Jumlah Siswa yang Cukup Banyak

Karakteristik siswa yang sangat beragam ternyata memberikan kesulitan tersendiri bagi guru ketika memberikan penilaian, terlebih jika jumlah siswa cukup banyak. Memahami setiap siswanya secara mendalam tentu bukan hal yang mudah dilakukan, mengingat guru juga harus menyampaikan materi, menyiapkan administrasi kelas, dan lain-lain.

2. Terbatasnya Waktu dalam Melakukan Penilaian

Faktor waktu menjadi hal yang sulit untuk disangkal sebagai kendala dalam melakukan penilaian. Bagaimana tidak, saat diskusi dengan siswa misalnya, guru harus mampu mengontrol jalannya diskusi, menjelaskan materi yang sulit, sekaligus menilai jalannya diskusi dalam waktu yang bersamaan. Menilai keaktifan siswa saat diskusi sering kali luput ketika guru harus menjelaskan konsep pembelajaran yang cukup sulit bagi siswa.

3. Aspek Penilaian yang Kompleks

Ya, penilaian autentik sebenarnya dapat mengungkap sisi positif dari setiap siswa karena penilaian dilakukan secara menyeluruh. Namun, karena aspek yang dinilai menjadi sangat banyak, guru merasa hal tersebut menjadi satu hambatan dalam melakukan penilaian. Dalam aspek sikap misalnya, ada lebih dari satu sikap yang harus diamati guru dalam satu kegiatan pembelajaran.

4. Instrumen Penilaian yang Dianggap Rumit

Karena penilaian tidak hanya dilakukan untuk satu aspek, maka instrumen yang digunakan guru pun tidak hanya satu jenis. Misalnya, dalam satu pembelajaran guru harus membuat soal-soal untuk menilai kognitif siswa, rubrik dan lembar pengamatan untuk aspek afektif, membuat jurnal penilaian untuk catatan proses pembelajaran agar penilaian lebih jelas dan detai, dan lain sebagainya.

 

Solusi dari Kendala Pelaksanaan Penilaian Autentik

Jika kita menghadapi permasalahan, maka cara bijak yang dapat dilakukan adalah mencari solusi. Guru dapat melakukan beberapa poin di bawah ini untuk menghadapi kendala dalam melakukan penilaian autentik.

  1. Sampaikan kepada siswa indikator penilaian yang akan dilaksanakan pada hari itu. Dengan demikian, siswa diharapkan akan lebih kooperatif dalam proses pembelajaran, sehingga penilaian lebih mudah dilakukan.

  2. Merencanakan dan mengatur dengan matang proses pembelajaran yang akan dilakukan. Hal ini termasuk menyiapkan instrumen penilaian untuk setiap siswa.

  3. Mengikuti workshop atau pelatihan penilaian berdasarkan kurikulum 2013 dari pemerintah maupun lembaga pendidikan lain.

  4. Mencari referensi dan bertukar informasi dengan teman sejawat terkait penilaian autentik.

  5. Mengembangkan kreativitas diri agar dapat menemukan berbagai alternatif cara untuk menilai siswa.

  6. Ubah mindset bahwa penilaian autentik itu rumit. Penilaian autentik akan menjadi hal yang mudah apabila guru memiliki kedisiplinan tinggi dalam melakukannya.