18 September 2017 10:51:33

Bagaimana Cara Menghadapi Siswa Bandel di Kelas?

https://pixabay.com/en/small-boy-making-faces-pulling-faces-1573722/

Guru merupakan orang tua bagi para siswa di sekolah. Oleh karena itu, sudah selayaknya guru memperlakukan siswa seperti anaknya sendiri, mendidik dengan kasih sayang dan selalu menginginkan siswanya tumbuh menjadi generasi yang mumpuni di masa depan. Mendidik siswa bukan hal yang mudah dilakukan. Diperlukan kesabaran dan ketekunan dari guru untuk memahami karakteristik setiap siswanya. Guru harus siap menghadapi siswa yang aktif bergerak, pendiam, pintar, lambat dalam mengerti pelajaran, banyak bicara, pemalu, hingga siswa yang bandel. Tidak jarang, kita menemui kasus seorang guru memberi hukuman berupa tindak kekerasan terhadap siswanya yang berulah dan tidak bisa dinasihati dengan cara yang baik. Tujuan dari guru tersebut sebenarnya positif, yakni tidak ingin siswanya melakukan perbuatan salah dan mengulanginya di waktu yang akan datang. Akan tetapi, menggunakan kekerasan bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Guru dapat melakukan beberapa tindakan berikut untuk menghindari penggunaan kekerasan pada siswa yang bandel di kelas.

1. Fokus pada Sisi Positif Siswa

Terkadang, seorang guru lebih fokus pada tindakan negatif siswanya daripada tindakan positif yang telah mereka lakukan. Mulai sekarang, coba bapak ibu guru lebih memperhatikan sisi positif siswa, termasuk siswa yang bandel di kelas. Bisa saja, siswa bandel tersebut sebenarnya memiliki sisi positif yang selama ini belum diperhatikan oleh guru. Misalnya, selalu unggul dalam kegiatan olahraga, datang lebih pagi dibanding siswa lain, atau rajin tunjuk jari untuk bertanya pada guru. Jika guru melihat perilaku positif tersebut, guru sebaiknya memberi pujian pada siswa. Hal itu akan membuat siswa merasa bahwa guru tidak hanya selalu mengingatkan, menasihati, atau bahkan memarahinya saja, tetapi juga memuji sikap positifnya.

2. Lakukan Pendekatan secara Personal

Hubungan guru dan siswa dapat berlangsung tidak hanya saat di dalam kelas saja. Guru dapat mendekati siswa, khususnya mereka yang dianggap bandel dan sulit diatur, secara personal. Dengan demikian, guru akan lebih mudah mengetahui mengapa siswa menjadi berperilaku bandel. Bisa jadi, siswa tersebut kurang mendapat perhatian dari orang tua sehingga ia mencari perhatian di kelas. Setelah guru menjalin komunikasi secara personal, langkah selanjutnya adalah guru dapat melakukan komunikasi dengan orang tua siswa agar masalah yang ditemukan dapat dipecahkan bersama.

3. Rencanakan Metode Mengajar dengan Matang

Siswa yang asyik bicara sendiri di kelas maupun bermain-main saat guru mendengarkan bisa disebabkan karena mereka bosan dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan guru. Maka, menjadi hal penting bagi guru untuk merencanakan metode pembelajaran dengan matang. Pilih metode yang sesuai karakteristik siswa. Misalnya, di dalam kelas anda dominan dengan siswa yang aktif berbicara, maka coba terapkan metode role playing saat pembelajaran. Jadi, siswa yang aktif berbicara tersebut dapat menyalurkan hobi berbicaranya dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

4. Terapkan Hukuman yang Positif dan Selaras

Jika melalui nasihat tidak bisa memperbaiki perilaku siswa yang bandel, maka guru dapat menarapkan hukuman bagi mereka. Bukan kekerasan, tetapi hukuman yang positif dan selaras dengan kesalahan mereka. Misalnya, saat siswa terus berlari dan bermain kesana kemari saat pelajaran hingga akhirnya memecahkan kaca pembesar milik kelas, maka ia harus mengganti kaca pembesar tersebut sesuai dengan kondisi semula. Tidak perlu ada hukuman tambahan berupa cubitan atau kata-kata kasar dari guru. Jadi, kesalahan yang siswa lakukan akan selaras dengan hukuman yang mereka terima.