08 September 2017 08:45:37

Ayo Rajin Membaca!

Ale, Dondo, Cici, Uni, Eko, dan Made giat membaca serta menulis.

Di hari Minggu yang cerah, Ale, Dondo, Cici, Uni, dan Eko mengunjungi rumah Made. Sebelumnya, mereka telah membuat janji untuk mengerjakan PR bersama. Mereka diberi PR oleh ibu guru untuk menulis cerita tentang kegiatan yang berkesan.

“Aku akan menulis tentang liburanku ke kebun binatang ah,” kata Dondo.

“Aduh, aku bingung harus nulis cerita apa,” Ale mengeluh sambil menggaruk kepalanya.

“Hmm...kegiatan apa yang paling kamu suka, Ale?” tanya Cici.

“Aku suka membantu ibu berkebun, tapi lebih suka main sepak bola sih, hehehe...” jawab Ale.

“Kalau begitu tulis saja cerita berkebun atau sepak bolamu itu,” Uni memberi saran.

 “Wah, benar juga ya,” kata Ale. Mereka pun asyik menulis cerita masing-masing.

 

Keesokan harinya, ibu guru memanggil satu per satu siswa untuk membacakan ceritanya di depan kelas.

“Badung, ayo maju ke depan dan bacakan hasil tulisanmu,” kata ibu guru. Badung terlihat ragu-ragu ketika berjalan ke depan karena ia merasa belum lancar membaca. Tidak hanya itu, tulisan Badung pun masih banyak yang salah dan belum rapi. Melihat Badung terbata-bata saat membaca, ibu guru menghampiri Badung dan membimbingnya hingga selesai.

“Anak-anak, kita harus rajin membaca. Membaca adalah kunci bagi kita untuk mengetahui berbagai informasi,” jelas ibu guru setelah menyuruh Badung duduk.

“Bu, bagaimana jika sampai besar nanti kita tidak bisa membaca?” tanya Eko.

“Jika kita tidak lancar atau bahkan sama sekali tidak bisa membaca, maka kita sendiri yang akan rugi. Ada yang tahu sebabnya?” tanya ibu guru kepada seluruh siswa.

“Karena kita akan kesulitan membaca buku, bu!” jawab Made,

“Benar sekali Made. Buku adalah sumber ilmu, jika kita kesulitan membacanya, berarti kita akan sulit pula memperoleh ilmu. Selain itu, membaca juga langkah awal kita untuk bisa menulis,” kata ibu guru. Badung tertunduk saat mendengar penjelasan itu. Ia merasa kurang berlatih membaca.

 “Mulai sekarang kami akan lebih giat membaca, bu!” kata Dondo memecah keheningan. Siswa lain pun menyuarakan setuju dengan pendapat Dondo.

“Bagus! Semangat membaca adalah salah satu kunci untuk memperoleh banyak pengetahuan baru. Nah, kebetulan hari ini adalah Hari Aksara Internasional. Hari Aksara Internasional merupakan hari dimana seluruh negara memperingati pentingnya pemberantasan buta huruf. Sebagai generasi penerus bangsa, kalian pun dapat ikut serta memberantas buta huruf dengan cara mengajari teman atau adik yang belum bisa membaca,” kata ibu guru.

“Baik, bu,” jawab seluruh siswa dengan kompak.

Mulai hari itu, Ale, Dondo, Cici, Uni, Eko, dan Made lebih giat membaca serta menulis. Tak lupa, mereka juga membantu teman lain yang belum lancar membaca. Mereka menyadari bahwa menjadi generasi penerus bangsa harus melek aksara.