24 Maret 2017 13:52:48

Gaya Belajar untuk anak dengan Tipe Kecerdasan Visual-Spasial

Gaya Belajar untuk anak dengan Tipe Kecerdasan Visual-Spasial

Membantu seorang anak mencapai potensi tertinggi yang dimilikinya menjadi tugas semua orang tua. Memiliki seorang anak yang berprestasi dengan bakat yang dimiliki sudah pasti akan menjadi kebanggan tersendiri. Untuk itu, orang tua dituntut agar dapat mengenali potensi kecerdasan anak agar dapat dikembangkan secara optimal. Dalam teori Multiple Intelligances atau Kecerdasan Majemuk, dikenal beragam tipe kecerdasan, salah satunya adalah kecerdasan visual-spasial. Kecerdasan visual-spasial dalam istilah lain juga dikenal sebagai visual smart atau picture smart.  

Tipe kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan untuk menangkap ruang-visual secara tepat, seperti dimiliki para pemburu, arsitek, navigator, dan dekorator. Anak-anak dengan kecerdasan visual-spasial yang tinggi cenderung berpikir secara visual. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang dan hubungan antar unsur tersebut (Gardner, 2003). Tipe kecerdasan visual-spasial bisanya dimiliki oleh seorang arsitek, dekorator, navigator, pemburu, ahli peta, pelukis, pemahat dan penggambar.

Seorang anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial biasanya lebih mengingat wajah ketimbang nama, suka menggambarkan ide-idenya atau membuat sketsa untuk membantunya menyelesaikan masalah, menuangkannya ke dalam peta pikiran, serta mudah melihat berbagai objek dalam benaknya. Mereka juga senang membaca atau menggambar peta, senang melihat lukisan, menggambar segala sesuatu dengan sangat detail dan realistis, belajar dengan mengamati orang-orang yang sedang mengerjakan banyak hal, senang memecahkan teka-teki visual/gambar serta ilusi optik dan suka membangun model-model atau segala hal dalam 3 dimensi (Gardner, 2003).

Anak dengan kecerdasan visual-spasial membutuhkan gaya belajar khusus yang harus dipahami oleh orang tua. Kami akan memberikan beberapa tips gaya belajar untuk anak dengan potensi kecerdasan visual-spasial.

  1. Mereka cenderung memiliki daya khayal yang tinggi sehingga akan membuatnya menjadi anak yang kreatif dan imajinatif. Cara yang tepat untuk memotivasi anak dengan visual smart adalah menggunakan media pendidikan seperti film, slide, video, diagram, peta dan grafik. Dengan media seperti itu pembelajaran akan lebih mudah ditangkap dan memunculkan kegemarannya dalam belajar.
  2. Orang tua dapat memberikan kesempatan anak untuk menggambar atau melukis, dan melengkapi media belajar mereka dengan benda-benda ruang visual seperti pensil warna, kamera, teleskop, kompas, bangun tiga dimensi seperti lego. Dengan media seperti itu, sebuah materi pelajaran dapat diberikan dengan cara diperlihatkan, gambar, visualisasikan, warnai lalu buat grafik yang sesuai dengan materi pelajaran.
  3. Anak dengan tipe kecerdasan seperti ini memiliki gaya belajar khusus di mana sebuah materi pelajaran harus diperlihatkan terlebih dahulu agar anak dapat menyerap pelajarannya. Caranya, dengan memperlihatkan beragam gambar materi pelajaran atau membawa anak melihat keadaan alam sekitar, dengan seperti itu anak dengan tipe kecerdasan visual-spasial akan lebih mudah belajar dan menggemari pelajarannya.
  4. Seorang yang bertipe visual-spasial, akan cepat mempelajari bahan-bahan yang disajikan sebagai bagan, grafik, atau gambar. Berikan prioritas pada media pembelajaran visual agar mereka mudah mempelajari bahan pelajaran yang dapat dilihat dengan alat penglihatannya. Sebaliknya jangan memaksakan penggunaan media belajar lain karena anak akan kesulitan belajar apabila dihadapkan bahan-bahan bentuk suara atau gerakan (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2008).