07 September 2017 08:42:31

Dampak Negatif dari Kebiasaan Memukul Anak

https://pixabay.com/en/boy-child-sad-alone-sit-1606222/

Memukul merupakan salah satu jenis hukuman yang diberikan orang tua ketika mendapati anaknya melakukan kesalahan. Maksud dari pukulan orang tua itu sebenarnya baik, yaitu agar anaknya tidak lagi melakukan tindakan yang negatif. Selain itu, orang tua yang kurang sabar dalam menghadapi kenakalan anak juga cenderung menganggap bahwa memukul adalah cara efektif untuk memberi efek jera pada anak. Namun, efektivitas tersebut akan menurun seiring kerapnya orang tua memukul anak, bahkan justru dapat menimbulkan dampak negatif pada anak. Universitas Manitoba Kanada melakukan sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa apabila anak sering mendapatkan perlakuan buruk dan kasar, misalnya dipukuli, maka akan mengalami gangguan mental ketika dewasa nanti. Menurut penelitian tersebut, hukuman fisik yang dilakukan terhadap anak dapat meningkatkan resiko timbulnya masalah depresi sebesar 49%, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan sebesar 51%, dan sekitar 2 – 7% dapat menimbulkan gangguan mental. Dampak lain dari memukul anak diantaranya adalah sebagai berikut.

1.  Melahirkan Anak yang Gemar Memukul

Orang tua adalah role model bagi anak. Jika semasa kecil seorang anak merasa orang tuanya selalu menghukum dengan cara memukul, maka dikhawatirkan ia akan melakukan hal yang sama di masa depan. Bukan hanya itu, kebiasaan memukul juga dapat menjadikan anak tidak bisa menghargai orang lain. Ayah dan bunda tentu tidak ingin memiliki anak yang demikian bukan? Jadi, hindari perilaku kekerasan pada anak dan selalu lingkupi anak dengan kasih sayang.

2.  Merenggangkan Hubungan Orang Tua dan Anak

Hubungan orang tua dan anak sudah sepantasnya penuh dengan kasih sayang. Namun, hal tersebut akan sulit didapatkan apabila orang tua gemar memukul anak. Anak akan menjauh dan tidak percaya dengan orang tua jika orang tuanya terus memberi hukuman dengan kekerasan. Daripada memukul anak, cobalah berkomunikasi dengan penuh kasih sayang hingga anda, sebagai orang tua, mengetahui alasan anak melakukan suatu tindakan yang menurut anda negatif. Setelah itu, anda dapat memutuskan hukuman apa yang pantas untuk anak. Tentu hukuman tersebut bukan berupa kekerasan, tetapi harus tetap memberikan efek jera pada anak.

3.  Anak Menganggap Kekerasan Adalah Solusi Memecahkan Masalah

Sering memukul atau melakukan kekerasan akan menumbuhkan pikiran pada anak bahwa tindakan tersebut adalah hal yang diperbolehkan. Anak akan merasa bahwa kekerasan dapat digunakannya untuk mengalahkan orang lain atau orang yang lebih kecil. Jika hal tersebut terjadi, maka orang tua harus bersiap apabila di kemudian hari anak tumbuh menjadi seseorang yang berwatak keras atau bahkan sering bertengkar dengan temannya.

4.  Menimbulkan Dendam pada Anak

Anak yang pemarah akan merasa kesal ketika dipukul oleh orang tuanya. Kekesalan tersebut hanya tersimpan dalam hati karena anak tidak berani untuk mengungkapkan langsung pada orang tua. Akhirnya, kekesalan yang terus menerus anak rasakan akan menjadi dendam untuk orang tua. Orang tua dapat dianggap sebagai musuh bagi anak. Jika anak telah dewasa, bukan tidak mungkin mereka akan membalas apa yang telah orang tuanya lakukan pada dirinya sewaktu kecil. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan betul pola asuh untuk anak. Jangan sampai, anak yang sudah dibesarkan justru menjadi tidak hormat pada orang tuanya di masa depan.