31 Agustus 2017 10:55:43

Tips Memilih Metode Pembelajaran yang Tepat

https://pxhere.com/en/photo/226394

Pembelajaran di dalam kelas merupakan suatu proses yang memerlukan banyak komponen, salah satunya adalah metode pembelajaran. Ya, metode adalah cara guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Berbagai metode pembelajaran dapat diterapkan guru ketika mengajar, misalnya ceramah, diskusi, eksperimen, dan lain sebagainya. Di antara berbagai metode yang ada, ceramah adalah metode atau cara yang paling sering digunakan guru di dalam kelas. Setiap materi pasti memerlukan penjelasan guru, sehingga ceramah memang penting dilakukan. Namun, bagaimana jika guru mendominasi seluruh kegiatan pembelajaran dengan ceramah? Tentu hal tersebut menjadi penyumbang kebosanan siswa saat belajar di kelas. Guru sebaiknya menerapkan metode yang beragam agar kegiatan belajar mengajar berjalan menarik dan menyenangkan untuk siswa. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan guru dalam memilih metode pembelajaran? Mari kita simak uraian berikut.

1.  Tujuan Pembelajaran

Kegiatan belajar mengajar pasti memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan di sini menyangkut kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah selesai mengikuti pembelajaran. Kemampuan siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Jika dalam suatu pembelajaran guru akan mengukur kemampuan siswa dalam ranah kognitif, maka sebaiknya memilih metode yang lebih banyak menyampaikan informasi pada siswa. Namun, jika kemampuan yang akan diukur adalah ranah psikomotor, maka guru dapat memilih metode yang membuat siswa dapat mempraktikkan atau melakukan suatu hal.

2.  Fasilitas Belajar

Setiap sekolah memiliki fasilitas pendukung pembelajaran yang berbeda-beda. Tidak semua sekolah memiliki kelas atau lapangan yang luas, sehingga metode permainan yang memerlukan ruang gerak bebas bagi siswa belum tentu bisa dilakukan guru. Contoh lain misalnya, sekolah yang memiliki perlengkapan KIT IPA lengkap dapat dimanfaatkan guru ketika akan menerapkan metode eksperimen, tetapi bagi guru yang berada di sekolah pedesaan atau daerah terpencil, melakukan eksperimen dengan alat khusus akan menjadi kendala tersendiri. Jadi, pemilihan metode harus disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki sekolah.

3.  Waktu dan Materi Pelajaran

Pembelajaran di sekolah selalu dibatasi oleh waktu. Dalam kurun waktu tertentu guru harus menyampaikan sekian materi pada siswa, sehingga guru harus mempertimbangkan porsi waktu mengajar agar materi dapat tersampaikan tepat waktu. Alokasi waktu pembelajaran ini berkaitan erat dengan materi pelajaran. Jika materi pelajaran dirasa cukup padat dan sulit bagi siswa, maka jangan memilih metode pembelajaran yang rumit dan menyita banyak waktu. Waktu pembelajaran dalam poin ini tidak hanya terkait dengan materi saja, tetapi juga terkait dengan kondisi siswa saat pagi dan siang hari. Mengajar siswa saat pagi hari akan efektif jika menggunakan metode yang memberikan banyak informasi atau ceramah. Hal tersebut dikarenakan kondisi siswa yang masih fresh saat menerima pelajaran. Sebaliknya, hindari menggunakan metode ceramah saat siang hari. Gunakan metode yang lebih menyenangkan sgar siswa tidak mengantuk dan bosan.

4.  Kemampuan Dasar Siswa

Siswa dalam suatu kelas memiliki kemampuan yang beragam. Hal itu dipengaruhi banyak faktor, diantaranya jenis kelamin, usia, latar belakang sosial ekonomi, dan pengalaman pribadinya. Siswa yang memiliki banyak pengalaman karena difasilitasi orang tuanya untuk mencoba banyak hal, tentu akan memiliki cara belajar yang berbeda dengan mereka yang pengalamannya masih terbatas. Oleh karena itu, guru harus jeli dalam melihat karateristik siswanya. Metode yang dipilih guru harus bisa merangkul seluruh siswa. Jangan sampai terjadi ketimpangan di dalam kelas.