31 Agustus 2017 10:42:44

Menghadapi Anak yang Suka Berdebat

Sumber: https://pixabay.com/en/child-boy-children-s-day-pose-1720747/

Dewasa ini banyak anak yang semakin pintar dan kritis menghadapi segala sesuatu. Anak-anak selalu memiliki banyak pertanyaan dan sejuta alasan untuk berbagai hal. Tidak jarang orang tua harus berdebat dengan anak hanya karena permasalahan kecil. Bagi beberapa orang tua, menghadapi anak yang suka berdebat mungkin terasa melelahkan. Bahkan tidak jarang orang tua menganggap anak yang suka berdebat adalah sebagai bentuk sikap membangkang. Padahal momen ketika anak suka berdebat merupakan salah satu titik awal melatih kemampuan komunikasi anak.

Keuntungan Anak yang Suka Berdebat

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa ada berbagai hal positif yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan berdebat dan berargumen pada anak. Berikut ini beberapa keuntungan keahlian berdebat pada anak.

  1. Melatih kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis pada anak. Anak yang suka berdebat selalu memiliki keinginan untuk menyampaikan segala sesuatu dalam pikirannya. Hal tersebut akan membantu kemampuan anak dalam berkomunikasi.
  2. Mengasah kemampuan dalam berpikir kritis. Mengenalkan kebiasaan berdebat kepada anak sejak dini ternyata dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang sangat berguna dalam berbagai interaksi. Penelitian membuktikan bahwa kebiasaan berdebat bisa meningkatkan kemampuan logika anak.
  3. Membantu anak terbiasa melakukan riset dan presentasi. Anak yang suka berdebat dilatarbelakangi adanya banyak pertanyaan dalam benak mereka. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang nantinya akan mendorong anak untuk melakukan riset. Anak yang suka berdebat juga memiliki banyak argumen yang selalu ingin ia sampaikan di depan umum.
  4. Memicu kreativitas saat mengeksplorasi isu-isu tertentu. Deanna Kuhn, profesor Psikologi dan Edukasi di Columbia University, menyampaikan bahwa anak-anak yang dibiasakan berdebat akan mampu memahami berbagai macam perspektif mengenai isu-isu kontroversional.
  5. Meningkatkan kepercayaan diri anak. Kebiasaan berdebat akan memompa kepercayaan diri serta komitmen anak ketika memiliki suatu perspektif dalam melihat isu tertentu. Berdebat juga bisa menjadi alternatif untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum.
  6. Mendorong partisipasi aktif di dalam kelas. Keahlian berdebat anak juga bermanfaat ketika mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Anak akan lebih aktif memberikan pendapat yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas.

Cara Mengarahkan Keahlian Berdebat Anak

Kemampuan berdebat anak tentu tidak bisa disamakan dengan sekedar adu mulut sehari-hari. Karena itulah, penting bagi orang tua untuk mengarahkan keahlian berdebat anak agar keahliannya bukan hanya sekedar keahlian untuk membantah argumen orang lain. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk mengarahkan keahlian berdebat anak.

  1. Biarkan anak menyampaikan pendapatnya tentang berbagai hal, namun orang tua tetap harus memberikan batasan. Anak yang suka berdebat biasanya pandai menjawab, pintar mencari alasan, bahkan bisa mencontohkan kasus yang hampir sama untuk memenangkan perdebatan dengan orang tua. Jika anak sudah berlebihan dalam berargumen, orang tua sebaiknya segera menghentikan perdebatan.
  2. Ketika anak sudah sangat kritis menghadapi permasalahan, orang tua harus tetap mengajarkan anak cara berargumen yang benar. Orang tua juga harus memberikan contoh dalam bentuk tindakan. Dengan begitu, secara nalar anak dapat memahami dan menyetujui alasan orang tua.
  3. Ajari anak strategi mengelola emosi. Saat berdebat, anak biasanya akan meluapkan emosinya dengan bebas. Pada saat itulah orang tua harus mengajari bagaimana cara mengelola emosi ketika berargumen. Katakan kepada anak untuk tidak berbicara dengan penuh emosi.