28 Agustus 2017 10:30:11

Waspadai 5 Penyebab Merokok Dini pada Anak

https://pixabay.com/en/non-smoking-stop-smoking-fag-2497308/

Fenomena anak merokok sebenarnya tidak asing lagi di telinga kita. Banyak anak usia sekolah dasar yang menjadikan rokok sebagai teman dekatnya. Data Atlas Pengendalian Tembakau di ASEAN menunjukkan lebih dari 30% anak Indonesia mulai merokok sebelum usia 10 tahun. Bahkan, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa kini jumlah perokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia, setelah Cina dan India. Hal ini tentu bukan hal sepele bagi orang tua. Ya, semakin tinggi jumlah perokok, maka semakin tinggi pula peluang seorang anak terpengaruh untuk menjadi perokok aktif. Orang tua harus benar-benar memahami apa saja yang dapat menyebabkan seorang anak menjadi pecandu rokok. Untuk memahaminya, mari kita simak uraian berikut.

1.  Terpengaruh Iklan Rokok

Saat ini iklan rokok seperti mengelilingi anak dari segala arah. Produsen rokok yang sangat gencar promosi dari berbagai jenis media tentu memiliki andil bagi munculnya perokok usia muda. Apalagi, iklan rokok saat ini dapat pula diselipkan di fitur-fitur gadget, sehingga membuat anak lebih mudah melihatnya. Dengan tampilan dan slogan yang menarik, iklan rokok dapat membuat anak tertarik untuk mencoba menghisap rokok.

2.  Meniru Kebiasaan Orang Tua

Ayah dan bunda, perlu kita sadari bersama bahwa orang tua merupakan role mode bagi anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan setiap perilakunya karena bisa saja perilaku tersebut di tiru oleh anak. Seorang ayah perokok misalnya, bisa mempengaruhi anak untuk ikut menjadi perokok karena setiap hari anak tersebut melihat ayahnya menikmati rokok. Memang tidak semua anak yang merokok disebabkan karena meniru orang tuanya. Namun pada umumnya, orang tua perokok cenderung meningkatkan kemungkinan anaknya menjadi perokok pula.

3.  Mengikuti Teman

Lingkungan bermain anak merupakan salah satu hal yang dapat mengenalkan anak pada rokok. Jika teman dekat anak telah berani merokok, maka besar kemungkinan mereka akan mempengaruhi anak untuk ikut mencobanya. Biasanya, lingkungan bergaul yang buruk bukan hanya dapat mengenalkan anak pada rokok, tetapi dapat pula menjerumuskannya pada perilaku menyimpang seperti penggunaan narkoba. Oleh karena itu, lingkungan bergaul anak termasuk siapa yang menjadi teman dekat anak harus di bawah pengawasan orang tua.

4.  Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Sudah sewajarnya memang jika anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Akan tetapi, rasa ingin tahu ini dapat menjerumuskan anak dalam perilaku berbahaya jika tidak diarahkan dengan benar. Anak yang awalnya hanya penasaran bagaimana rasanya merokok, lama kelamaan akan mencoba untuk merokok jika rasa ingin tahunya tersebut tidak berhasil ia pecahkan dengan jalan lain. Jika anak telah mencoba merokok, maka anak bisa ketagihan dan akhirnya menjadi perokok aktif. Oleh karena itu, orang tua harus peka terhadap apa yang membuat anak tertarik. Jelaskan tentang hal tersebut agar anak tidak terjerumus pada jalan yang salah.

5.  Kurangnya Pengawasan Orang Tua

Orang tua selalu memegang peranan penting dalam dunia anak. Bagi orang tua yang terlalu sibuk, pengawasan pada anak cenderung menurun. Bagaimana anak berperilaku di sekolah, bagaimana lingkungan bermainnya, apa yang anak lakukan dengan temannya, dan kegiatan apa saja yang anak ikuti terkadang luput dari pantauan orang tua yang sibuk bekerja. Padahal fungsi pengawasan orang tua sangat penting dalam mencegah anak berperilaku menyimpang.