16 Agustus 2017 14:53:38

Menumbuhkan Semangat Nasionalisme Anak melalui Pengenalan Paskibraka

Pengenalan Paskibraka dapat memupuk semangat nasionalisme anak.

Peringatan hari kemerdekaan Indonesia telah di depan mata. Pada umumnya, anak akan menyambut detik-detik proklamasi kemerdekaan dengan mengikuti upacara bendera. Salah satu hal yang ditunggu anak saat upacara hari kemerdekaan adalah proses pengibaran bendera. Bahkan sepulang upacara, anak-anak biasanya akan duduk di depan televisi untuk menonton proses pengibaran bendera pusaka merah putih yang berlangsung di Jakarta. Antusias melihat proses pengibaran bendera termasuk hal positif untuk anak. Mengapa demikian?

Dengan melihat pengibaran bendera saat upacara, berarti anak telah mengerti bahwa bendera negara merupakan sesuatu yang “istimewa”, dalam arti bendera negara harus dihormati dan tidak boleh dimainkan atau digunakan semaunya. Pemahaman ini perlu penguatan dari orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus peka terhadap apa yang menjadi daya tarik bagi anak. Dalam proses pengibaran bendera, anak juga akan melihat pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Tidak banyak anak yang mengetahui tentang Paskibraka. Dalam momen hari kemerdekaan ini, ayah dan bunda dapat mulai mengenalkan Paskibraka pada anak. Bukan hanya untuk pengetahuan semata, pengenalan Paskibraka juga dapat memupuk semangat nasionalisme anak. Bagaimana caranya? Mari kita simak uraian berikut.

1.  Ajari Anak Melihat Keberagaman Melalui Paskibraka

Pasukan pengibar bendera pertama kali dicetuskan oleh Mayor M. Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1946, di Yogyakarta. Mutahar memiliki gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa. Dari cikal bakal adanya Paskibraka tersebut telah jelas bahwa dalam Paskibraka tidak dikenal adanya perbedaan suku, ras, atau golongan. Semua pemuda dari seluruh penjuru Nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Paskibraka.

Ceritakan sejarah singkat tentang Pakibraka tersebut pada anak. Saat bercerita, beri penekanan pada bagian keberagaman yang membentuk Paskibraka. Tanamkan pada anak bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku dan budaya. Tidak semua negara memiliki suku dan budaya yang beragam seperti Indonesia. Katakan pada anak bahwa akan menjadi hal yang wajar ketika di kemudian hari ia bertemu dengan banyak orang yang berbeda, baik dari segi tampilan fisik, cara berbicara, agama, dan lain sebagainya. Dengan demikian, anak diharapkan dapat lebih menerima dan menghargai adanya perbedaan serta memiliki rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.

2.  Ceritakan Kisah Inspiratif dari Para Paskibraka

Menjadi Paskibraka adalah kebanggaan tersendiri bagi putra putri daerah yang terpilih. Bagaimana tidak, para putra putri daerah harus melewati seleksi yang cukup sulit hingga akhirnya mereka dapat lolos menjadi Paskibraka. Diperlukan kedisiplinan, kekuatan fisik, dan kerja keras yang luar biasa dari mereka yang mengikuti seleksi hingga bisa lolos menjadi Paskibraka. Selain itu, tidak sedikit para Paskibraka yang berasal dari keluarga menengah ke bawah. Di tengah keterbatasan, mereka tetap semangat agar dapat mengibarkan bendera pusaka di depan Presiden.

Orang tua dapat menceritakan pada anak tentang perjuangan mereka yang ingin menjadi Paskibraka. Demi mengibarkan sang saka merah putih, mereka rela melewati serentetan seleksi yang bagi sebagian orang tidak mudah untuk lolos dalam seleksi tersebut. Dengan demikian, anak diharapkan meniru semangat nasionalisme yang dimiliki para pemuda yang ingin menjadi Paskibraka. Memiliki generasi penerus dengan semangat nasionalisme yang tinggi adalah salah satu kunci menjadi negara yang besar.